Terus Turunkan Angka Stunting, TPPS Sumbar Lakukan Rapat Evaluasi

Sakato.co.id – Program penurunan stunting menjadi fokus utama berbagai daerah pasca Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan Gerakan Intervensi Serentak Pencegahan Stunting.

Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) sendiri dalam melaksanakan itu telah melakukan Rapat Evaluasi Tim Pelaksanaan Program Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Provinsi Sumbar di salah satu hotel di Padang Kamis (20/6/2024).

banner 1080x788

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumbar dr. Lila Yanuar melaporkan, rapat kali ini dilakukan dalam rangka melihat perkembangan intervensi yang telah dilaksanakan di Sumatera Barat berdasarkan arahan dari Presiden Republik Indonesia.

“Pada Peraturan Presiden Nomor 72 Tahun 2021 tentang komitmen kepala daerah pada lima pilar dan juga tindakan aksi dari satgas stunting yang diwujudkan dalam 8 Rencana Aksi Penanganan Stunting, di antaranya adalah terlaksananya rembuk stunting termasuk kontribusi dana nagari/desa,” katanya.

Lila Yanuar berharap, pada rapat evaluasi yang dilaksanakan kali ini, akan bermuara pada output penurunan angka stunting di Sumbar.

“Kami tidak hanya fokus pada kasus stunting, tetapi juga pada pencegahan stunting. Sehingga, pada hari ini semua tim TPPS hadir bersama-sama,” tutupnya.

Sementara itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Provinsi Sumbar sendiri telah menjadikan program percepatan penurunan stunting menjadi salah satu program prioritas. Sehingga menurut Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah mesti ada pembaharuan strategi yang lebih tepat sasaran.

Dia juga mendorong agar dalam menjalankan program ini terjadi sinkronisasi antar-OPD serta sektor terkait lain bahkan antara pemerintah provinsi, kabupaten kota, sampai ke tingkat nagari

“Harapannya penanganan stunting dapat dikerjakan secara lebih spesifik by name by address, by case by intervention,” kata gubernur

Selain itu Gubernur juga mengapresiasi atas kontribusi yang dilakukan oleh seluruh pemangku kepentingan, terutama kepada tenaga kesehatan yang bertugas di puskesmas, serta seluruh tenaga pendamping yang telah menjadi garda terdepan dalam menurunkan angka stunting di Sumbar.

Apresiasi ini diberikan karena berdasarkan survei SSGI prevalensi stunting Tahun 2021, prevelansi stunting di Sumbar berada pada angka 23,3 persen, kemudian pada tahun 2022 tercatat 25,2 persen atau meningkat 1,9 persen dari tahun sebelumnya. Sedangkan di tahun 2023 lalu, telah terjadi penurunan ke angka 23,6 persen, dan tercatat di bawah angka rata-rata nasional.

“Ke depan, saya berharap melalui pertemuan hari ini, kita akan mendapatkan panduan dalam memperbaiki program-program yang ada dan menciptakan strategi-strategi baru agar lebih tepat sasaran dalam menurunkan angka stunting,” sambungnya.

Gubernur meyakini, dengan kerja keras, kerja sama, dan komitmen semua pihak, maka target penurunan prevalensi stunting yang telah ditetapkan untuk tahun 2024, yakni sebesar 14 persen, akan dapat tercapai.

“Masalah stunting adalah masalah keluarga. Kita harus menghadirkan keluarga yang sejahtera. Masa depan anak-anak bergantung pada upaya kita hari ini. Barangkali, inilah yang menjadi tugas kita bersama dalam melakukan percepatan penurunan angka stunting di Sumbar,” pungkasnya.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *