Sempat Ricuh, Aksi Demo Gerakan 6 Suku di Kantor KAN Lubuk Kilangan Berakhir Damai

Sakato.co.id – Kantor Kerapatan Adat Nagari (KAN) Lubuk Kilangan mendadak digeruduk oleh massa yang tergabung dalam Gerakan 6 Suku Peduli Lubuak Kilangan, Kamis (25/6/2026). Dalam aksi penyampaian aspirasi tersebut, massa menyuarakan sejumlah tuntutan terkait kepengurusan lembaga adat, bahkan sempat meminta penutupan kantor KAN.

Meskipun sempat diwarnai kericuhan, situasi berhasil dikendalikan berkat pengamanan persuasif dari pihak kepolisian.

Menanggapi aksi tersebut, Ketua KAN Lubuk Kilangan, Armansyah Datuak Gadang, menyatakan bahwa pihaknya sangat menghargai hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi. Namun, ia memberikan klarifikasi mendasar mengenai status hukum dan adat para koordinator aksi.

Menurut Armansyah, ada perbedaan mendasar antara massa yang melakukan aksi dengan struktur resmi kepengurusan KAN Lubuk Kilangan periode saat ini.

“Memang ada beberapa niniak mamak yang mengaku sebagai Ninik Mamak Adat di dalam tim Gerakan 6 Suku tersebut. Namun, mereka sebenarnya tidak masuk dalam kepengurusan struktural KAN Lubuk Kilangan,” tegas Armansyah.

Lebih lanjut, Armansyah membeberkan bahwa proses pengangkatan mereka sebagai Ninik Mamak Adat dinilai cacat prosedur karena tidak sesuai dengan Adat Salingka Nagari Lubuk Kilangan.

“Belum ada kesepakatan kaum dan belum dilewakan oleh Ninik Mamak Jinih 6 Suku di KAN Lubuk Kilangan. Terkait adanya kekosongan Jinih Adat dalam struktur kami, itu terjadi murni karena belum adanya kata sepakat di internal kaum yang memegang Tunggua Panabangan,” jelasnya.

Selain masalah kepengurusan, massa juga menyoroti posisi Armansyah Datuak Gadang yang menjabat sebagai Dewan Penasehat Direksi PT Semen Padang.

Meluruskan persepsi yang berkembang, Armansyah menegaskan bahwa jabatan tersebut tidak ada hubungannya dengan kepentingan pribadi.

“Jabatan sebagai Penasehat Direksi PT Semen Padang itu bersifat ex officio. Artinya, posisi itu melekat secara otomatis kepada siapa pun yang menjabat sebagai Ketua KAN Lubuk Kilangan, bukan atas nama pribadi saya,” terangnya lugas.

Ia berharap masyarakat tidak terprovokasi oleh isu yang sengaja digulirkan untuk memecah belah hubungan harmonis antara lembaga adat, anak nagari, dan pihak perusahaan.

Dinamika internal di KAN Lubuk Kilangan ini memang sempat memanas dan menyedot perhatian publik. Beruntung, kesiapsiagaan personel dari Polsek Lubuk Kilangan, Polsek Pauh, serta jajaran Polresta Padang berhasil meredam suasana. Aksi unjuk rasa tersebut akhirnya berakhir dengan beberapa poin kesepakatan bersama.

Melalui kesempatan ini, Armansyah Datuak Gadang menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada pihak kepolisian atas tindakan pengamanan yang humanis dan persuasif.

“Kami berharap semua persoalan ke depan dapat diselesaikan dengan cara yang baik, mengedepankan hukum adat, musyawarah untuk mufakat, serta tetap menjaga persatuan masyarakat di Lubuak Kilangan,” pungkasnya.

(*)

Komentar