Sakato.co.id – Suasana riuh tradisi Balimau di Sungai Lubuk Minturun, Kota Padang, hampir saja berubah menjadi duka. Selasa sore (17/2/2026), seorang bocah laki-laki berusia sembilan tahun nyaris kehilangan nyawa setelah terseret arus deras sungai. Beruntung, maut berhasil dicegah berkat aksi heroik personel Satpol PP Padang yang berjaga di lokasi tersebut.
Peristiwa mencekam ini bermula saat ribuan warga memadati area sungai untuk melaksanakan tradisi mandi bersama menjelang bulan suci Ramadan. Di tengah kegembiraan itu, tiba-tiba terdengar teriakan histeris. Seorang bocah tampak tak berdaya melawan kekuatan air yang membawanya menjauh dari tepian.
Melihat situasi kritis tersebut, personel Tim Khusus (Timsus) Satpol PP yang sedang bersiaga tidak membuang waktu. Tanpa melepas seragam lengkap, mereka langsung terjun menerobos arus kuat demi menjangkau tubuh sang bocah yang mulai tenggelam di pusaran air.
“Anggota langsung bergerak cepat begitu melihat ada warga yang terseret. Alhamdulillah, dengan kekompakan tim di lapangan, korban berhasil kita evakuasi ke daratan dalam kondisi selamat,” ujar Kasat Pol PP Padang, Chandra Eka Putra.
Aksi sigap ini menuai decak kagum dan tepuk tangan dari warga yang menyaksikan langsung proses evakuasi. Chandra menjelaskan bahwa keberadaan anggotanya di lokasi bukan tanpa alasan. Satpol PP Padang telah memetakan sejumlah titik pemandian yang diprediksi akan membeludak oleh masyarakat.
“Kami menyadari aktivitas masyarakat meningkat tajam menjelang Ramadan. Kehadiran kami di lapangan adalah bentuk komitmen untuk memberikan rasa aman. Kami tidak ingin tradisi yang suci ini justru menyisakan kesedihan bagi keluarga,” tambah Chandra tegas.
Meski korban berhasil diselamatkan tanpa luka serius, kejadian ini menjadi pengingat keras bagi para orang tua untuk lebih waspada. Kondisi debit air sungai yang tidak menentu, ditambah kerumunan massa, meningkatkan risiko keselamatan bagi anak-anak di bawah umur.
Kini, bocah tersebut telah diserahkan kembali ke pihak keluarga dalam keadaan trauma namun sehat secara fisik. Sementara itu, personel Satpol PP tetap melanjutkan penjagaan ketat hingga aktivitas warga di sungai benar-benar usai.
(*)









Komentar