Kukuhkan 7 Profesor, UNAND Fokuskan Hilirisasi Riset yang Menggerakkan Industri dan Kesejahteraan Masyarakat

Sakato.co.id – Universitas Andalas (UNAND) kembali memperkuat barisan intelektualnya. Sebanyak tujuh Guru Besar Tetap resmi dikukuhkan dalam prosesi khidmat yang berlangsung di Gedung Convention Hall, Kampus Limau Manis, Sabtu (25/4/2026).

Penambahan profesor dari Fakultas Peternakan dan Fakultas Hukum ini diharapkan menjadi amunisi baru bagi UNAND untuk menembus persaingan akademik di kancah internasional.

Rektor UNAND, Efa Yonnedi, Ph.D., dalam pidatonya menegaskan bahwa gelar Guru Besar bukanlah akhir dari perjalanan karier, melainkan amanah besar untuk membawa kampus “Untuk Kedjajaan Bangsa” bersaing di panggung dunia.

“Dalam era persaingan global, peran Guru Besar sangat krusial. Kita tidak boleh hanya dikenal di Sumatera Barat atau Indonesia, tapi harus hadir di panggung dunia,” tegas Efa Yonnedi.

Rektor menekankan bahwa para profesor adalah pemimpin intelektual yang bertanggung jawab menggerakkan riset inovatif yang berdampak langsung pada masyarakat.

Salah satu poin krusial yang disoroti Rektor adalah mengenai hilirisasi riset. Ia meminta para akademisi tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga memastikan hasil penelitian memiliki nilai manfaat sosial dan ekonomi.

  • ROI & SROI: Riset harus memberikan dampak nyata, baik secara finansial (Return on Investment) maupun dampak sosial (Social Return on Investment).
  • Hilirisasi Industri: Karya ilmiah diharapkan mampu menggerakkan sektor industri dan memperkaya kebijakan publik.
  • Kesejahteraan Masyarakat: Tujuan akhir dari setiap inovasi adalah meningkatkan taraf hidup orang banyak.

Meski mencatatkan capaian positif dengan pendanaan dari DRTPM sebesar Rp21 miliar untuk 259 proposal tahun ini, Rektor mencatat sebuah tantangan besar. Dari sekitar 1.500 dosen yang dimiliki UNAND, baru 174 orang yang tercatat sebagai ketua pengusul proposal.

“Potensi besar UNAND masih perlu terus dioptimalkan. Saya mendorong para Guru Besar untuk lebih proaktif menjemput pendanaan dari luar, baik sektor swasta, pemerintah, maupun lembaga internasional,” tambahnya.

Menutup prosesi pengukuhan, Rektor mengajak seluruh civitas akademika untuk menjadikan momentum ini sebagai pemantik semangat baru.

“Mari kita bekerja lebih cerdas dan inovatif. Ini adalah awal dari perjalanan yang lebih menantang demi kejayaan Universitas Andalas dan kemajuan bangsa,” pungkasnya.

Berikut adalah tujuh nama profesor baru yang kini resmi menyandang gelar tertinggi akademik di UNAND:

1. Prof. Dr. Ir. Husmaini, M.P.

2. Prof. Dr. Kurnia Warman, S.H., M.Hum.

3. Prof. Dr. Ir. Elly Roza, M.S.

4. Prof. Dr. Ir. Firda Arlina, M.Si., IPU.

5. Prof. Dr. Ir. Montesqrit, S.Pt., M.Si., IPM., ASEAN Eng.

6. Prof. Dr. Sri Melia, S.T.P., M.P.

7. Prof. Dr. Ferdi, S.H., M.H.

(*)

Komentar