Update Korban Bencana Hari Ini di Sumbar: 253 Korban Meninggal, 82 Orang Hilang

Sakato.co.id – Upaya identifikasi korban bencana banjir bandang yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat terus menunjukkan perkembangan signifikan. Hingga data pagi ini, Rabu (7/1/2026) pukul 08.00 WIB, Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polda Sumbar mencatat total korban meninggal dunia yang berhasil dievakuasi mencapai 253 orang.

Kasubbiddokpol Polda Sumbar, dr. Eka Purnama Sari, dalam keterangan resminya mengungkapkan bahwa dari total ratusan korban tersebut, mayoritas telah berhasil teridentifikasi secara medis maupun personal.

“Dari 253 korban meninggal dunia, sebanyak 222 jenazah sudah berhasil kami identifikasi identitasnya. Komposisinya hampir seimbang, yakni 110 laki-laki dan 112 perempuan,” ujar dr. Eka.

Namun, tantangan berat masih dihadapi tim di lapangan. Saat ini masih terdapat 31 jenazah yang belum teridentifikasi. Data tersebut mencakup 14 jenazah laki-laki, 12 jenazah perempuan, serta 5 temuan potongan tubuh (body parts) yang ditemukan terpisah di beberapa titik lokasi bencana.

Berdasarkan laporan Posko DVI, wilayah Kabupaten Agam menjadi daerah dengan dampak paling parah. Di Posko DVI Agam, tercatat 145 korban meninggal dunia, di mana 133 di antaranya telah teridentifikasi.

Sementara itu, di wilayah ibu kota provinsi, RS Bhayangkara TK. III Padang menangani 67 korban meninggal. Dari jumlah tersebut 48 sudah teridentifikasi dan 19 jenazah dan potongan tubuh masih dalam proses pendalaman identitas oleh ahli forensik.

Untuk wilayah lain, dr. Eka menyebutkan proses identifikasi telah tuntas 100%:

Padang Panjang: 17 korban (Semua teridentifikasi)

Bukittinggi: 14 korban (Semua teridentifikasi)

Pasaman Barat: 4 korban (Semua teridentifikasi)

Kota Padang (RS Rasidin): 5 korban (Semua teridentifikasi)

Data terbaru menunjukkan masih ada 82 orang yang belum ditemukan, terdiri dari 44 laki-laki dan 38 perempuan.

Di sisi lain, harapan muncul dari para penyintas yang sedang menjalani perawatan medis. Sebanyak 24 orang saat ini masih dirawat intensif di beberapa rumah sakit, dengan rincian 21 orang di RSUD Agam, 2 orang di RSUD Rasidin Padang, dan 1 orang di RSUD Padang Panjang.

Pihak DVI Polda Sumbar terus mengimbau bagi keluarga yang merasa kehilangan anggota keluarganya untuk segera melapor ke posko terdekat dengan membawa data antemortem seperti catatan medis, foto terakhir, atau sampel DNA guna mempercepat proses rekonsiliasi data.

(*)

 

Komentar