Sakato.co.id – Ribuan personel Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat berkumpul di halaman depan Mapolda Sumbar untuk menyimak tausiyah dari Dai kondang, Ustadz Abdul Somad (UAS), pada Senin (16/3/2026) pagi. Dalam acara bertajuk “Petuah UAS untuk Polda Sumbar” yang dimulai pukul 09.30 WIB tersebut. UAS menekankan pentingnya transformasi diri dan pengabdian melalui lima poin utama.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol. Dr. Gatot Tri Suryanta, Wakapolda, Forkompimda, dan jajaran pejabat utama di lingkungan Polda Sumbar, serta undangan lainnya.
Suasana khidmat menyelimuti lapangan depan Mapolda saat UAS membedah makna hijrah dan pengabdian di momentum Ramadhan 1447 H.
Dalam ceramahnya, UAS meringkas pesannya ke dalam lima poin penting bagi setiap anggota Polri:
1. Memperbaiki Hubungan dengan Allah (Hablum Minallah).
UAS mengingatkan bahwa manusia adalah tempatnya khilaf dan lupa. Ia mengajak seluruh personel untuk memanfaatkan momentum Ramadhan sebagai waktu terbaik untuk bertaubat.
“Kita bisa melangkahkan kaki karena Allah, kita bisa mengedipkan mata karena Allah. Mengapa kita masih hidup sampai hari ini? Karena Allah ingin kita beramal. Inilah masanya, tidak menunggu momentum yang lain untuk kembali ke jalan Allah,” ujar UAS.
2. Memperbaiki Hubungan dengan Keluarga.
UAS menekankan bahwa keberhasilan seorang pria tidak lepas dari doa orang tua dan dukungan istri. Ia mengingatkan agar polisi tidak keras kepada keluarga di rumah.
“Menang melawan orang tua hanyalah seperti pepatah; menang menjadi arang, kalah menjadi abu. Tanpa mereka, kita bukan apa-apa dan bukan siapa-siapa,” tegasnya.
3. Menjaga Hubungan dengan Sahabat dan Rekan Sejawat.
Solidaritas internal di lingkungan Polri dan hubungan baik dengan tetangga menjadi sorotan ketiga. UAS menyebutkan bahwa saat terjadi musibah, rekan terdekatlah yang akan menolong terlebih dahulu.
“Kenapa kita perlu baik? Karena jenazah tidak bisa berjalan sendiri, tidak bisa mandi sendiri. Sahabat kitalah, keluarga besar Polri inilah yang akan menolong kita,” tambahnya.
4. Menganggap Tugas sebagai Ibadah
UAS meluruskan persepsi bahwa ibadah bukan hanya soal salat dan zakat. Tugas kepolisian seperti memberantas narkoba dan mengatur lalu lintas adalah bentuk ibadah jika diniatkan karena Allah.
“Langkah kaki dan tenaga yang digunakan untuk menangkap pengedar narkoba atau menertibkan jalan itu bernilai ibadah. Jika tempat kotor seperti toilet saja bisa jadi ibadah karena menyebut nama Allah, apalagi perjuangan menjaga keselamatan orang banyak,” terangnya.
5. Menjadi Manusia yang Bermanfaat
Menutup pesannya, UAS mengajak anggota Polri untuk menjadi pelayan masyarakat yang tulus guna menghindari post-power syndrome saat pensiun kelak.
“Orang yang paling baik adalah yang paling bermanfaat. Jika sudah ditakdirkan menjadi polisi, isi dengan amal kebaikan. Kita adalah pelayan masyarakat, tidak ingin dimuliakan tapi kita memuliakan masyarakat,” pesan UAS.
Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, menyambut baik pesan-pesan yang disampaikan UAS.
Kegiatan ini diharapkan mampu memperkuat mental dan spiritual personel dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat di wilayah Sumatera Barat.
Acara ditutup dengan doa bersama, memohon agar seluruh jajaran Polda Sumbar diberikan kekuatan dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat dalam bingkai ketaqwaan.
(*)





Komentar