Longsor Terjang Nagari Sungai Landia Agam, Satu Warga Meninggal Dunia Tertimbun

Sakato.co.id – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Agam sejak Selasa malam memicu bencana tanah longsor di perbukitan Bukit Indah, Jorong Baruah, Nagari Sungai Landia, Kecamatan IV Koto. Musibah yang terjadi pada Rabu (6/5/2026) dini hari tersebut mengakibatkan dua unit rumah warga tertimbun material tanah.

Kepala Kantor SAR Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa operasi SAR langsung digelar sesaat setelah laporan diterima dari pihak Nagari Balingka pada pukul 00.22 WIB.

“Curah hujan yang tinggi mengakibatkan stabilitas lereng di perbukitan terganggu sehingga terjadi longsor yang menimbun pemukiman warga. Kami segera menginstruksikan Unit Siaga SAR Agam menuju lokasi untuk melakukan pencarian,” ujar Abdul Malik.

Berdasarkan data di lapangan, terdapat tujuh orang yang menjadi korban dalam peristiwa memilukan ini. Enam orang dilaporkan selamat, namun satu orang warga atas nama Awal (56) ditemukan dalam kondisi meninggal dunia.

Tim Unit Siaga SAR Agam tiba di lokasi kejadian pada pukul 02.15 WIB dan langsung bergabung dengan unsur BPBD, PMI, perangkat nagari, serta puluhan masyarakat setempat. Di bawah guyuran sisa hujan dan kondisi medan yang berlumpur, tim gabungan berupaya mencari titik keberadaan korban yang tertimbun.

Setelah hampir dua jam pencarian, korban atas nama Awal berhasil ditemukan pada pukul 04.04 WIB.

“Korban ditemukan pada koordinat yang telah dipetakan dalam keadaan meninggal dunia. Tim langsung mengevakuasi jenazah menuju RS Achmad Mochtar Bukittinggi,” jelas Abdul Malik.

Data Korban Selamat Selain korban meninggal, enam warga lainnya yang berada di lokasi saat kejadian berhasil selamat dari maut. Berikut adalah data korban selamat:

– Zaki (18 tahun)

– Kuntum (14 tahun)

– Rahmat Hidayat (33 tahun)

– Gustina Diana Wati (37 tahun)

– Zafira Zakya Hidayat (1 tahun)

– Yoni (45 tahun)

Operasi SAR dinyatakan ditutup pada pukul 05.10 WIB setelah seluruh korban dipastikan telah dievakuasi dan dilakukan briefing akhir bersama seluruh unsur terkait. Abdul Malik juga mengimbau masyarakat yang tinggal di daerah perbukitan untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang masih fluktuatif di wilayah Sumatera Barat.

(*)

Komentar