Gunung Nago Masih Lumpuh! Jembatan Putus, Sawah Mengering

Sakato.co.id – Sudah dua bulan berlalu sejak banjir bandang menghantam kawasan Batang Kuranji pada 27 November 2025, namun luka di infrastruktur Gunung Nago masih menganga. Jembatan proyek yang menjadi urat nadi penghubung Kelurahan Kapalo Koto dan Kelurahan Lambung Bukit kini tinggal puing, menyisakan tumpukan persoalan bagi warga sekitar.

Bagi warga, putusnya jembatan ini bukan sekadar hilangnya akses, melainkan beban tambahan dalam setiap langkah. Untuk beraktivitas normal, mereka kini terpaksa memutar jauh melalui Jembatan Kuranji yang memakan waktu dan biaya lebih besar.

Namun, tidak semua sanggup bersabar dengan rute memutar tersebut. Saat debit air Batang Kuranji terlihat tenang, keberanian mengalahkan rasa takut. Sejumlah warga nekat menyeberangi sungai secara langsung.

“Kalau air lagi rendah, terpaksa kita seberangi saja sungainya daripada memutar jauh ke Kuranji. Memang berisiko, tapi mau bagaimana lagi? Kita butuh cepat,” ujar Ujang (30), warga sekitar yang setiap harinya harus melintasi kawasan tersebut.

Dampak bencana ini tak berhenti pada urusan transportasi. Kerusakan parah juga menghantam sistem irigasi di sepanjang aliran sungai. Bendungan Gunung Nago yang selama ini menjadi “jantung” bagi lahan pertanian warga kini lumpuh total.

Saluran-saluran air yang biasanya mengairi petak-petak sawah kini kering kerontang. Petani kini dihantui kecemasan akan gagal panen masal jika jaringan irigasi ini tidak segera dipulihkan. Tanpa pasokan air yang stabil, mata pencaharian mayoritas warga di dua kelurahan tersebut berada di ujung tanduk.

Hingga saat ini, belum ada tanda-tanda pengerjaan fisik untuk memperbaiki jembatan maupun bendungan. Warga berharap pemerintah tidak menutup mata atas kondisi ini. Perbaikan jembatan dan normalisasi irigasi adalah harga mati agar roda ekonomi dan sosial di Gunung Nago tidak terus-menerus lumpuh.

(*)

 

Komentar