Sakato.co.id – Si jago merah mengamuk pada kawasan padat penduduk di Kampung Jao Dalam, RT 002/RW 005, Kelurahan Kampung Jao, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Jumat (12/6/2026) sore.
Amukan si jago merah yang terjadi di dalam area Pasar Raya Padang ini menghanguskan 2 unit rumah tinggal, 32 petak rumah kontrakan, serta merembet ke sebuah gudang penyimpanan sparepart (suku cadang) sepeda motor.
Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, membenarkan peristiwa besar tersebut. Menurutnya, laporan kebakaran pertama kali masuk ke mako Damkar pada pukul 16.32 WIB.
“Petugas langsung bergerak cepat satu menit setelah laporan diterima. Unit pertama tiba di lokasi kejadian pada pukul 16.40 WIB dan langsung melakukan penanganan,” ujar Rinaldi saat memberikan keterangannya.
Peristiwa ini pertama kali diketahui oleh seorang saksi mata di lokasi bernama Agha Bernarco (36). Ia melihat kobaran api sudah dalam kondisi membesar dari salah satu rumah petak di kawasan tersebut. Melihat situasi yang membahayakan, saksi langsung bergegas menghubungi Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang.
Namun, proses pemadaman sempat menemui kendala di lapangan karena letak objek yang terbakar berada di kawasan padat dan sibuk.
“Situasi di lapangan cukup menantang karena akses jalan yang sempit, ditambah padatnya warga masyarakat yang berkerumun di sekitar lokasi karena posisinya berada di dalam area Pasar Raya Padang,” jelas Rinaldi.
Untuk menjinakkan api yang berkobar cepat, Dinas Damkar Kota Padang tidak main-main. Sebanyak 10 unit armada mobil pemadam dengan kekuatan penuh 100 personel diterjunkan ke lokasi. Proses pemadaman dan lokalisasi api juga dibantu oleh personel TNI/Polri, Satgas, PLN, serta PMI Kota Padang. Api baru berhasil dipadamkan secara total pada pukul 17.49 WIB.
Akibat musibah ini, sebanyak 34 bangunan yang terdiri dari rumah milik Nasrul (61) dan Noza Elvita (37) beserta puluhan petak kontrakan mereka mengalami rusak berat. Sementara itu, 1 gudang sparepart motor milik Helmi Yulfina (53) mengalami rusak ringan.
Total luas area yang hangus terbakar diperkirakan mencapai ±1000 m2. Sebanyak 38 jiwa yang kehilangan tempat tinggal terpaksa harus diungsikan ke tempat yang lebih aman.
“Beruntung tidak ada korban luka maupun korban meninggal dunia dalam peristiwa ini (nihil). Namun, kerugian materil yang ditimbulkan ditaksir mencapai Rp 1,2 Miliar,” tambah Rinaldi.
Hingga berita ini diturunkan, pihak kepolisian masih melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menyelidiki penyebab pasti munculnya titik api.
(*)









Komentar