Dengan Program Berani, Kemenag Pessel Benahi 24 Rumah Masyarakat Kurang Mampu

Sakato.co.id – Sejak diluncurkan akhir tahun 2021 lalu, program benah rumah bina penghuninya (Berani) telah dirasakan manfaatnya masyarakat Pesisir Selatan. Setidaknya ada 24 rumah yang telah dibenahi Kemenag Pesisir Selatan, hingga 2023.

Hal ini diungkapkan Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pesisir Selatan (Kankemenag Pessel), Abrar Munanda saat peletan batu pertama benah rumah pertama tahun 2024, Rabu (10/1/2024) di Nagari Nagari Koto Rawang Kecamatan IV Jurai.

Peletakan batu pertama bena rumah ini juga dilakukan Kepala Kanwil Kemenag Sumbar, Mayudin yang hadir bersama Kepala Bidang Penmad, Hendri Panidias, Ketua Dharma Wanita, Ny. Rosnimar Mahyudin.

Disampaikan Abrar, program benah rumah ini sudah dimulai akhir tahun 2021 diawali dengan satu rumah. Tahun 2022, sembilan rumah, tahun 2023, 14 rumah dn 2024 ini direncanakan 8 rumah dengan anggaran 10 juta perumah.

“Tahun sebelumnya anggaran yang kita sediakan hanya 5 juta, tahun ini isnyaallah 10 juta. Dalam menjalankan program ini kita sudah menggandeng Baznas,” ungkap Abrar.

Untuk kegiatan benah rumah ini kata Abrar, bersumber dari zakat ASN Kankemenag Pesisir Selatan, infak dan sadakah yang tidak mengikat dan tidak ditentukan nominal, hanya seikhlasnya.

“Diawal pelaksanaan, objeknya diutamakan karib kerabat Kementerian Agama yang terdiri dari guru honorer madrasah non sertifkasi yang hanya menerima honor 300ribu perbulan, penyuluh non PNS dan unsur masyarakat,” jelas Abrar.

Berbeda dengan bedah rumah pada umunnya ulas Abrar, program yang ditelorkan Kemenag Pesisir Selatan ini benah rumah. Karena kalau bedah rumah akan membutuhkan biaya yang lebih besar, kalau benah rumah, semampu dan sekuat tenaga.

“Tahun 2023, kita sudah bekerja sama dengan Baznas, dari dana alokasi zakat ASN yang sudah terkumpul kita kelola kembali sesuai regulasi yang mengatur untuk program benah rumah. Sehingga anggarannya lebih dari cukup,” ulas Abrar.

Bukan hanya itu, setelah dibenah, rumahnya dijadikan sentra pembinaan masyarakat secara keagamaan dan menjadi objek binaan penyuluh agama Islam, baik penyuluh PNS maupun non PNS.

“Setelah selesai dibenahi dengan sistim gotong royong, rumah ini aan menjadi pusat pembinaan. Disamping pembinaan ibadah, saat ini sudah disiapkan pembinaan moderasi beragama dengan kearifan lokal di tempat kita masing-masing,” tutur Abrar.

Seirig dengan itu, tahun ini dalam program ini Kemenag bekerjasama dengan Balai Latihan Kerja (BLK). Rumah yang dibenahi jika memiliki anak-anak yang usia produktif, masih usia pendidikan akan dikoordinasikan dengan lembaga pendidikan.

“Bagi yang tidak lagi usia sekolah, akan kita buka peluang memberikan pelatihan-pelatihan life skill. Sehingga nanti bisa menjadi media pemberdayaan ekonomi melalui benah rumah bina penghuninya. Mudah-mudahan ini akan berkelanjutan,” harap Abrar.

Sementara itu, Kepala KUA IV Jurai Zaimal Elpetani, mengatakan, dalam program benah rumah ini, jajaran Kemenag dan KUA bersama masyarakat melakukan gotong royong secara bergantian. Sehingga bisa menekan biaya.

Untuk benah rumah kali ini, jelas Zaimal, objek benah rumah adalah Syahrial yang merupakan buruh tani, bukan petani yang bekerja menggarap lahan. Tentu penghasilan mereka tidak menentu, hanya mengambil upah. Kondisi rumah mereka sudah bocor dan reot.

“Alhamdulillah, sambutan masyarakat sangat bagus, bahkan banyak masyarakat yang ikut berpartisipasi membantu dan memberikan donasi semampunya. Misalnya, membelikan atap, semen, batako dan baha bangunan lain sesuai kemampuan masing-masing,” pungkasnya.

(*)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *