Sakato.co.id – Sebuah truk rute Solok menuju Padang mengalami kecelakaan tunggal dan jatuh ke dalam jurang di kawasan rawan Sitinjau Lauik, Kecamatan Lubuk Kilangan, Kota Padang, Sumatera Barat, pada Kamis malam (23/7/2026).
Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 20.08 WIB akibat kendaraan mengalami kegagalan sistem pengereman (rem blong).
Sopir truk diketahui bernama Nurdiansyah (40), warga Terusan Nyunyai, Kecamatan Bandar Agung, Kabupaten Lampung Tengah. Meski kendaraan yang dikemudikannya masuk ke dalam jurang, Nurdiansyah berhasil selamat dan hanya mengalami luka ringan.
Komandan Regu (Danru) Lapangan Kantor SAR Padang, Jonrifal, menjelaskan bahwa kecelakaan bermula saat truk meluncur dari arah Solok menuju Kota Padang. Saat berada di penurunan Sitinjau Lauik, rem truk mendadak tidak berfungsi.
“Sopir panik dan kehilangan kendali atas kendaraannya. Truk kemudian menabrak pembatas jalan hingga akhirnya terjatuh ke dalam jurang,” ujar Jonrifal saat dikonfirmasi.
Menerima laporan kejadian dari warga sekitar pukul 20.05 WIB, Kantor Pencarian dan Pertolongan (KPP) Kelas A Padang langsung menerjunkan tim rescuer sebanyak 14 personel menuju lokasi kejadian (Last Known Position/LKP) sekitar pukul 20.23 WIB.
Tiba di lokasi sekitar pukul 21.37 WIB, Tim SAR mendapati korban telah berhasil dievakuasi oleh warga setempat ke pemukiman terdekat. Tim medis dari Basarnas bersama unsur potensi SAR lainnya langsung memberikan penanganan medis awal terhadap korban.
“Korban mengalami luka ringan di bagian kepala dan langsung mendapatkan penanganan medis di lokasi oleh tim penolong,” tambah Jonrifal.
Proses evakuasi dan penanganan medis di lapangan selesai sekitar pukul 23.15 WIB. Kendati sempat terkendala oleh minimnya penerangan di sekitar lokasi dan kondisi lalu lintas yang macet, Operasi SAR berhasil dilaksanakan dengan lancar.
Operasi SAR ini melibatkan gabungan berbagai unsur, antara lain 14 personel Basarnas Padang, 3 personel Polresta Padang, 5 personel Polsek Lubuk Kilangan, tim Ambulans Marola, tim Ambulans Rumah Zakat, anggota RAPI, serta 17 warga masyarakat setempat.
Setelah seluruh rangkaian penanganan selesai dan tim kembali ke markas pada Jumat (24/7/2026) pukul 00.25 WIB, Operasi SAR resmi diusulkan untuk ditutup.
(*)







Komentar