Tiga Unit Speedboat di Batang Arau Hangus Terbakar, Kerugian Ditaksir Mencapai Rp1,5 Miliar

Sakato.co.id – Kawasan Batang Arau, Kecamatan Padang Barat, mendadak mencekam pada Sabtu (7/2/2026) pagi. Sebanyak tiga unit speedboat yang bersandar di dermaga samping Mentawai Fast, Kelurahan Berok Nipah, ludes dilalap si jago merah.

Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 10.42 WIB. Menanggapi situasi darurat tersebut, petugas bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya dalam waktu tujuh menit.

Peristiwa bermula saat seorang saksi mata, Reni Suryani (47), melihat kobaran api muncul secara tiba-tiba dari arah salah satu speedboat. Api yang cepat membesar karena material kapal yang mudah terbakar membuat warga sekitar panik, mengingat lokasi kebakaran berdekatan dengan titik penyeberangan kapal cepat lainnya.

“Saksi melihat api berasal dari arah speedboat, kemudian langsung melaporkannya ke pos Damkar. Kami mengerahkan sedikitnya 50 personel gabungan untuk menjinakkan api agar tidak merembet ke kapal-kapal lain yang sedang bersandar,” ujar Rinaldi.

Kebakaran ini menghanguskan tiga unit kapal milik instansi dan perorangan, yakni satu unit milik BPBD, satu unit milik Mayor Doni (Pensiunan AL), satu unit milik Heru Farta (seorang Dokter).

Meskipun tidak ada korban jiwa dalam insiden ini, kerugian materil diperkirakan sangat besar. “Estimasi kerugian mencapai kurang lebih Rp1,5 Miliar. Beruntung tidak ada korban luka-luka maupun meninggal dunia,” tambah Rinaldi.

Sebanyak tiga unit armada Damkar Kota Padang dikerahkan ke lokasi, dibantu oleh dua unit kapal tunda milik Pelindo untuk melakukan pemadaman dari sisi perairan. Unsur TNI, Polri, dan BPBD juga turut membantu pengamanan di area lokasi kejadian.

Api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 11.15 WIB setelah penanganan intensif selama kurang lebih 25 menit. Hingga saat ini, penyebab pasti munculnya api masih dalam proses penyelidikan oleh pihak kepolisian.

“Untuk penyebabnya belum diketahui, masih menunggu hasil olah TKP dari pihak berwenang,” tutup Rinaldi.

(*)

Komentar