Sakato.co.id – Kota Padang, Sumatera Barat, tengah dalam kondisi siaga setelah diguyur hujan lebat tanpa henti sejak Kamis malam (1/1/2026). Hingga Jumat sore (2/1/2026), luapan Sungai Batang Kuranji dilaporkan kian meluas, merendam pemukiman warga hingga menenggelamkan area pemakaman.
Salah satu pemandangan paling memprihatinkan terlihat di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Tunggul Hitam. Area yang biasanya dipenuhi deretan nisan, kini berubah drastis menyerupai lautan lepas.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada pukul 17.35 WIB, ketinggian air di area pemakaman mencapai 30 hingga 80 sentimeter. Ratusan nisan hilang dari pandangan, menyisakan permukaan air keruh yang terus bergerak naik.
“Air naik sangat cepat sejak pagi tadi. Pemicunya hujan nonstop yang membuat sungai meluap hebat. Aliran dari hulu sangat deras sehingga pemakaman langsung terendam,” ujar Randi (29), warga setempat.
Batang Kuranji tidak hanya merendam makam, tetapi juga mulai mengancam keselamatan warga di Kelurahan Air Tawar Timur, Kecamatan Padang Utara. Kecemasan menyelimuti warga yang tinggal di sepanjang bantaran sungai seiring dengan derasnya arus air.
Putri (34), salah seorang warga terdampak, mengaku mulai melakukan langkah mitigasi mandiri. Saat ini, air sudah memasuki rumahnya setinggi mata kaki.
“Kami sangat cemas melihat arus yang begitu deras. Perabotan rumah tangga sudah kami naikkan ke tempat yang lebih tinggi. Kami bersiap untuk kemungkinan terburuk jika debit air terus meningkat malam ini,” ungkap Putri dengan nada khawatir.
Hingga saat ini, mendung tebal masih menyelimuti wilayah Kota Padang. Pemerintah setempat melalui BPBD terus memantau titik-titik rawan banjir dan mengimbau warga, terutama yang berada di dekat aliran sungai, untuk segera mengungsi jika ketinggian air terus bertambah.
Belum ada laporan resmi mengenai total kerugian materiil, namun petugas gabungan telah disiagakan di titik-titik kritis untuk mengantisipasi potensi banjir susulan yang lebih besar.
(*)









Komentar