Tengah Asyik Berenang di Pantai, Dua Bocah SD di Padang Hilang Terseret Ombak

Sakato.co.id – Kabar duka menyelimuti warga Gunung Pangilun siang ini. Dua orang anak dilaporkan hilang terseret ombak saat sedang berenang di kawasan pantai Jalan Ujung Karang, tepat di belakang Kampus Bung Hatta, Kelurahan Ulak Karang Utara, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Sabtu (18/4/2026).

Hingga berita ini diturunkan, tim gabungan masih berupaya keras melakukan pencarian di lokasi kejadian.

Berdasarkan informasi yang dihimpun dari saksi mata, Seprisar (33), peristiwa nahas ini terjadi sekitar pukul 12.40 WIB. Awalnya, terdapat enam orang anak yang sedang berenang di lokasi tersebut.

Empat orang berada agak ke tengah, sementara dua lainnya berada di pinggiran. Naas, kondisi cuaca dan laut sedang tidak bersahabat.

“Kondisi ombak saat itu cukup ekstrem dan air laut sedang keruh. Empat anak yang di tengah sempat berusaha menyelamatkan diri ke pinggir, namun diduga karena situasi yang sangat riskan, dua orang justru terseret ombak dan hilang,” ungkap Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton.

Kedua korban yang masih dalam pencarian diketahui merupakan siswa dari SD 06 Lapai. Berikut adalah data identitas korban:

1. Rasyid (8 tahun)

– Anak dari pasangan M. Imran dan Dewi Purnama Sari.

– Alamat: Jln. Ambun Suri, RT 01/RW 09, Kel. Gunung Pangilun.

2. Zafran Al Malik Akbar (±9 tahun)

– Anak dari pasangan Riko Nofriyanto dan Afrimayona.

– Alamat: Jln. Cindua Mato, RT 02/RW 10, Kel. Gunung Pangilun.

Kepala Pelaksana (Kalaksa) BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah menerjunkan tim Rescue sesaat setelah menerima laporan pada pukul 13.00 WIB.

“Pusdalops PB BPBD Kota Padang di bawah komando Kalaksa dan Kabid KL langsung bergerak ke lokasi untuk menghimpun data dan memulai operasi pencarian,” ujar Hendri Zulviton dalam keterangan resminya.

Saat ini, operasi SAR (Search and Rescue) melibatkan berbagai unsur, di antaranya:

– BPBD Kota Padang

– Basarnas

– TNI & Polri

– Pihak Kelurahan & KSB

– Masyarakat dan Nelayan Setempat

Kondisi laut yang sedang tidak menentu menjadi kendala utama dalam pencarian. BPBD mengimbau kepada seluruh orang tua untuk lebih memperketat pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat beraktivitas di area bibir pantai, mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi.

Kondisi Terakhir: Hingga pukul 15.00 WIB, kedua korban belum ditemukan. Tim gabungan masih menyisir area sekitar titik hilangnya korban dengan bantuan perahu nelayan dan peralatan penyelamatan air.

“Update informasi akan terus kami sampaikan seiring perkembangan pencarian di lapangan,” pungkasnya.

(*)

Komentar