Sakato.co.id – Upaya pencarian terhadap seorang remaja laki-laki bernama Aska (13) yang dilaporkan hanyut di Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pasisia, Kabupaten Pesisir Selatan, terus diintensifkan. Hingga Senin (16/2/2026), tim SAR gabungan masih berjibaku menyisir aliran sungai guna menemukan keberadaan korban.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi bahwa operasi SAR kini telah memasuki hari kedua (H-2).
Ia jelaskan, peristiwa nahas ini bermula pada Sabtu sore (14/2/2026). Sekitar pukul 17.45 WIB, Aska bersama rekan-rekan sebayanya pergi mandi-mandi di area Sungai Liku, tepatnya di Kampung Kelok Koto Langang.
Namun, keceriaan sore itu berubah menjadi kepanikan. Saat teman-temannya mulai naik ke daratan sekitar pukul 18.00 WIB, Aska tidak kunjung muncul ke permukaan. Upaya pencarian mandiri sempat dilakukan, namun korban tak kunjung ditemukan hingga akhirnya kejadian ini dilaporkan ke pihak berwenang.
“Hari ini, sejak pukul 07.00 WIB, tim rescuer dari Unit Siaga SAR Pesisir Selatan telah bergerak menuju titik lokasi kejadian (Last Known Position) untuk melanjutkan pencarian,” ujar Abdul Malik dalam keterangannya, Senin (16/2/2026).
Dalam operasi kali ini, kekuatan penuh dikerahkan dengan melibatkan setidaknya 52 personil gabungan yang terdiri dari:
– SAR Pesisir Selatan: 5 orang
– BPBD Pessel: 10 orang
– Polri: 3 orang
– Perangkat Nagari & Masyarakat: 34 orang
Meski kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah, tim di lapangan menghadapi kendala teknis berupa lokasi blank spot atau sulitnya sinyal komunikasi di area pencarian. Hal ini cukup menghambat koordinasi cepat antar regu pemantau.
Untuk mengoptimalkan pencarian di bawah air dan di permukaan, tim dibekali dengan berbagai peralatan canggih dan pendukung, di antaranya:
– Rubber Boat (LCR)
– Aqua Eye (alat pendeteksi objek di bawah air)
– Peralatan evakuasi, medis, dan komunikasi.
“Kami memohon doa dari masyarakat agar cuaca tetap mendukung dan korban dapat segera ditemukan,” tutup Abdul Malik.
(*)









Komentar