Polda Sumbar Bongkar Gudang Penimbunan Solar Subsidi di Solok, Diduga Pasok Tambang Ilegal

Sakato.co.id – Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat (Sumbar) berhasil membongkar sebuah gudang yang dijadikan tempat penimbunan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi jenis solar di Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, pada Senin (25/5/2026).

Bahan bakar tersebut diduga kuat sengaja ditimbun untuk memasok kebutuhan operasional aktivitas pertambangan ilegal di wilayah tersebut.

Pengungkapan kasus ini bermula dari inspeksi mendadak (sidak) yang digelar oleh jajaran Ditreskrimsus Polda Sumbar di SPBU 14.273.548 Kabupaten Solok. Operasi ini dipimpin langsung oleh Dirreskrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan.

Saat sidak berlangsung, petugas menaruh curiga pada satu unit kendaraan yang diduga kuat tengah melakukan aksi “pelangsiran” atau pembelian BBM bersubsidi secara berulang.

“Dari hasil sidak, kami menemukan kendaraan yang diduga melakukan pelangsiran BBM subsidi jenis solar. Setelah dilakukan pemeriksaan, pengemudi akhirnya mengakui adanya lokasi penyimpanan BBM tersebut,” ujar Kombes Pol Andry Kurniawan.

Tak butuh waktu lama, polisi langsung bergerak ke lokasi yang ditunjukkan oleh sang pengemudi. Petugas mendatangi sebuah gudang tersembunyi yang terletak di kawasan Kecamatan Kubung.

Di lokasi tersebut, polisi menemukan barang bukti berupa 23 jeriken berkapasitas masing-masing 30 liter yang telah terisi penuh oleh solar subsidi.

“BBM ini diduga akan digunakan untuk mendukung aktivitas tambang ilegal,” jelas Andry.

Atas temuan tersebut, polisi langsung mengamankan seorang pria berinisial F yang diduga kuat terlibat dalam jaringan penimbunan ini. Untuk proses hukum lebih lanjut, pelaku beserta barang bukti telah diserahkan ke markas kepolisian di kawasan Arosuka, Kabupaten Solok.

“Pelaku sementara sudah diamankan dan diserahkan ke pihak kepolisian setempat untuk proses hukum lebih lanjut,” tegasnya.

Kombes Pol Andry Kurniawan menegaskan bahwa pihak Polda Sumbar tidak akan tinggal diam dan bakal terus memperketat pengawasan jalur distribusi BBM bersubsidi di seluruh wilayah Sumatera Barat.

Langkah tegas ini diambil demi memastikan bantuan subsidi energi dari pemerintah benar-benar tepat sasaran dan tidak diselewengkan untuk modal bisnis ilegal.

“Pengawasan distribusi BBM subsidi akan terus kami perketat agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan untuk kegiatan ilegal,” pungkasnya.

(*)

 

Komentar