Sakato.co.id – Pemerintah Kota (Pemko) Padang kian serius memperkuat kesiapan demi merebut predikat tertinggi dalam ajang penghargaan Kabupaten/Kota Sehat (KKS) Tingkat Nasional Tahun 2026.
Langkah strategis dan taktis tersebut dibahas secara mendalam melalui Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektor Penyelenggaraan KKS yang berlangsung di Ruang Rapat Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Padang, Jumat (12/6/2026).
Rakor ini menjadi momentum krusial bagi seluruh jajaran aparatur sipil negara di lingkungan Pemko Padang untuk menyatukan persepsi, mengikis sekat-sekat birokrasi, dan mengevaluasi capaian kinerja berbasis indikator.
Pertemuan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Padang, dr. Srikurnia Yati, serta dihadiri oleh seluruh pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) pengampu tatanan Kota Sehat, tim verifikator internal, serta perwakilan sektor terkait.
Konsolidasi Indikator dan Strategi Pengumpulan Dokumen Bukti
Dalam arahannya yang lugas, dr. Srikurnia Yati menegaskan bahwa sisa waktu menjelang penilaian definitif harus dimanfaatkan secara optimal.
Setiap OPD diwajibkan melakukan akselerasi dalam pengumpulan dokumen bukti (evidence-based reporting) yang valid, mutakhir, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan instrumen penilaian nasional.
“Kita tidak sedang sekadar mengejar pemenuhan administratif di atas kertas. Lebih dari itu, setiap dokumen bukti yang dikumpulkan harus mencerminkan realitas perubahan perilaku, kualitas infrastruktur, dan efektivitas layanan yang dirasakan langsung oleh masyarakat Kota Padang,” ujar dr. Srikurnia Yati di hadapan para peserta rapat.
Fokus pembahasan dalam rakor tersebut mengerucut pada intervensi program di beberapa sektor fundamental yang bersinggungan langsung dengan sembilan tatanan penilaian KKS, antara lain, transformasi sektor pendidikan, Pemko Padang mendorong percepatan realisasi program Sekolah Ramah Anak (SRA) yang komprehensif, tidak hanya dari aspek kurikulum tetapi juga mitigasi perundungan dan pemenuhan hak anak.
Selain itu, Revitalisasi Fungsi dan Standardisasi ruang Usaha Kesehatan Sekolah (UKS), ditargetkan menyasar seluruh jenjang pendidikan dari tingkat dasar hingga menengah guna membentuk agen perubahan PHBS sejak dini.
Lalu, tentang Aksesibilitas Infrastruktur dan Fasilitas Publik dalam rapat menekankan pentingnya audit kelayakan pedestrian. Pemko Padang berkomitmen mempercepat penyiapan konektivitas trotoar yang ramah bagi penyandang disabilitas, lansia, dan kereta bayi.
Di sisi lain, program Car Free Day (CFD) akan dioptimalisasi bukan sekadar sebagai ruang olahraga sesaat, melainkan pusat edukasi lingkungan, pemantauan kualitas udara, dan penggerak ekonomi kreatif yang tertib.
Selanjutnya, Kualitas Kawasan Permukiman dan Sanitasi, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perkim) memaparkan komitmennya dalam mengintervensi kawasan kumuh perkotaan (slum area upgrade). Fokus utama diarahkan pada penyediaan hunian yang layak, sehat, aman, memiliki pencahayaan memadai, serta didukung oleh tata kelola sanitasi dan pembuangan air limbah domestik yang terintegrasi.
Kolaborasi Multisektor dan Internalisasi PHBS di Masyarakat
Usai memimpin rapat, dr. Srikurnia Yati menjelaskan bahwa esensi dari penyelenggaraan Kota Sehat adalah keterpaduan yang dinamis. Sifat penilaian KKS yang multidimensional menutup ruang bagi ego sektoral. Keberhasilan pencapaian target ini menuntut kerja kolektif yang sinkron antara sektor kesehatan, pekerjaan umum, pendidikan, hingga perlindungan sosial.
“Alhamdulillah, kita baru saja merampungkan pertemuan koordinasi yang sangat produktif bersama seluruh OPD pengampu. Banyak catatan teknis dan rekomendasi strategis yang harus segera kita tindak lanjuti secara paralel. Ini menyangkut pemenuhan sembilan tatanan penilaian yang cakupannya sangat luas,” urai Kepala DKK Padang tersebut.
Membidik Swasti Saba Wistara: Optimisme Berbasis Realitas Kerja
Berdasarkan progres rekapitulasi data, kualitas implementasi program di lapangan, serta kuatnya komitmen regulasi yang ada, jajaran Dinas Kesehatan bersama tim teknis optimistis bahwa peluang Kota Padang untuk meraih Swasti Saba Wistara, penghargaan tertinggi dalam ajang Kabupaten/Kota Sehat sangat terbuka lebar.
Optimisme ini bukan tanpa alasan kuat. Fondasi utama keberhasilan ini bersandar pada tiga pilar gerakan diantaranya, komitmen politik dan kebijakan yang kuat, yang mana Wali Kota Padang menempatkan isu kesehatan lingkungan, digitalisasi layanan publik, dan pembangunan berwawasan lingkungan sebagai program unggulan daerah.
Lalu, keseriusan dan reponsivitas birokrasi, kesiapan para kepala OPD dalam mengalokasikan sumber daya, anggaran, dan personel guna menuntaskan target tatanan kota sehat secara presisi.
Dan kekuatan akar rumput yang masif dengan aktif dan bergeraknya Forum Kota Sehat (FKS) Kota Padang secara berjenjang.
Struktur forum ini tidak sekadar aktif di tingkat kota, melainkan mengakar kuat hingga Forum Komunikasi Kecamatan, Pokja Kelurahan, bahkan berkolaborasi langsung dengan kader-kader posyandu di lini RT/RW.









Komentar