Sakato.co.id – Niat hati menegakkan ketertiban, seorang personel Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Padang justru menjadi korban keberingasan massa. David, anggota Unit Penegak Internal (PTI), mengalami patah tulang kaki kiri setelah ditabrak pengendara motor saat membubarkan aksi anarkis pada Minggu dini hari (25/1/2026).
Insiden bermula saat tim Satpol PP yang dipimpin oleh Kabid P3D, Rio Ebu Pratama, menggelar patroli pengawasan Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat (Trantibum) sejak pukul 03.00 WIB. Setelah menyisir sejumlah titik rawan, petugas berhasil mengamankan belasan muda-mudi.
“Dalam pengawasan tersebut petugas melakukan pengamanan terhadap muda-mudi di beberapa lokasi, yaitu di kawasan Rimbo Kaluang mengamankan 8 orang perempuan, di kawasan Jalan Khatib Sulaiman mengamankan 1 orang perempuan, serta di kawasan Batang Arau mengamankan 6 orang terdiri dari 4 perempuan dan 2 laki-laki, sekaligus menyita 1 botol minuman beralkohol golongan B,” ungkap Kabid P3D, Rio Ebu Pratama dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut kata Rio, ketegangan memuncak saat petugas dalam perjalanan kembali menuju Markas Komando (Mako). Sekelompok massa mulai melakukan provokasi dan tindakan anarkis dengan melempari mobil patroli menggunakan benda tumpul.
“Saat petugas berupaya melakukan pembubaran paksa agar kendaraan patroli bisa melintas, sebuah sepeda motor Honda Beat melaju kencang dan menghantam David hingga terjatuh. Akibat benturan keras tersebut, korban dipastikan mengalami cedera serius pada kaki kirinya,” kata dia.
Menanggapi insiden ini, Kepala Satpol PP Kota Padang, Chandra Eka Putra mengecam keras tindakan anarkis yang menargetkan anggotanya.
“Kami sangat menyayangkan adanya tindakan yang membahayakan keselamatan petugas. Segala bentuk kekerasan terhadap petugas tidak akan ditoleransi,” tegasnya.
Ia juga memastikan bahwa kasus ini tidak akan berhenti di sini. Pihaknya tengah berkoordinasi dengan aparat kepolisian untuk memburu pelaku penabrakan dan dalang provokasi tersebut.
“Saat ini, David telah di rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis intensif. Sementara itu, belasan muda-mudi yang terjaring dalam razia tersebut kini sedang menjalani pemeriksaan dan proses pembinaan sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.
(*)









Komentar