Sakato.co.id – Perjuangan melawan kanker bukan sekadar perihal menjalani kemoterapi, mengonsumsi obat-obatan, atau melewati serangkaian tindakan medis yang panjang. Di balik ruang perawatan, tidak sedikit pasien yang harus bertaruh dengan rasa takut, cemas, sedih, hingga perasaan terisolasi yang kerap menggerus semangat mereka untuk sembuh.
Memahami beratnya beban mental tersebut, RSUD Prof. H. M. Yamin SH meluncurkan sebuah inovasi humanis bernama KOMPAK (Komunitas Peduli Kanker). Wadah ini dihadirkan khusus sebagai ruang dukungan moral bagi pasien kanker beserta keluarganya agar tidak merasa berjalan sendirian selama proses pengobatan.
KOMPAK dirancang untuk menjawab kebutuhan krusial pasien akan pendampingan emosional dan sosial. Melalui komunitas ini, pasien, keluarga, penyintas (survivor) kanker, serta tenaga kesehatan dapat saling berbagi pengalaman, bertukar informasi positif, dan saling menguatkan.
Direktur RSUD Prof. H. M. Yamin SH, dr. Herlina Nasution, M.Kes, menegaskan bahwa dukungan psikologis memegang peranan yang sangat penting dalam keberhasilan proses penyembuhan pasien kanker.
“Pasien kanker tidak hanya membutuhkan terapi medis, tetapi juga dukungan agar tetap kuat dan memiliki harapan. Kami ingin memastikan tidak ada pasien yang merasa berjuang sendirian,” ujar dr. Herlina, Rabu (10/6/2026).
Menurut dr. Herlina, KOMPAK lahir murni dari kepedulian mendalam terhadap berbagai tantangan psikologis yang dihadapi pasien.
“KOMPAK hadir agar setiap pasien merasa didampingi, didengar, dan dikuatkan. Kesembuhan tidak hanya ditentukan oleh tindakan medis, tetapi juga oleh semangat, harapan, serta dukungan dari orang-orang di sekitarnya,” katanya.
Lebih lanjut, dr. Herlina menjelaskan bahwa inovasi ini merupakan buah pemikiran dan kolaborasi dari Tim Inovasi RSUD Prof. H. M. Yamin SH. Program ini sengaja melibatkan berbagai profesi kesehatan dalam satu visi: menghadirkan pelayanan holistik (menyeluruh) bagi pasien kanker.
“Inovasi ini digagas oleh tim lintas profesi, mulai dari dokter spesialis, ahli gizi, tenaga kebidanan, perawat, hingga tenaga kesehatan lainnya. Kami percaya pelayanan terbaik terwujud ketika seluruh unsur bergerak bersama memenuhi kebutuhan pasien, baik dari sisi fisik, psikologis, maupun sosial,” paparnya.
Melalui berbagai agenda kegiatan yang akan dilaksanakan secara berkala, KOMPAK diharapkan mampu menciptakan lingkungan rumah sakit yang hangat, aman, dan penuh empati. Kehadiran sesama pejuang kanker di dalam satu wadah diyakini ampuh mengurangi beban psikologis, menumbuhkan optimisme baru, serta mendongkrak motivasi pasien untuk menyelesaikan pengobatan hingga tuntas.
Lebih dari sekadar komunitas formal, KOMPAK diproyeksikan menjadi keluarga baru. Sebuah tempat bersandar ketika rasa takut datang, tempat saling menyemangati saat harapan mulai memudar, sekaligus ruang untuk merayakan setiap kemajuan kecil menuju kesembuhan.
“Kami berharap KOMPAK menjadi rumah kedua bagi para pejuang kanker. Tempat mereka menemukan kekuatan, berbagi harapan, dan menyadari bahwa mereka tidak pernah berjalan sendiri dalam proses menuju kesembuhan,” harap dr. Herlina.
Melalui terobosan ini, RSUD Prof. H. M. Yamin SH kembali mempertegas komitmennya dalam dunia medis. Bahwa pelayanan kesehatan sejati tidak hanya berfokus pada upaya mematikan sel penyakit, tetapi juga tentang bagaimana memulihkan semangat, menjaga kesehatan mental, dan merawat harapan hidup para pasiennya.
(*)








Komentar