Kans Raih Poin jadi Harga Mati Kabau Sirah

Oleh: Eko Kurniawan (Spartacks Cyber)

Sakato.co.id – Babak 12 besar Liga 2 Pengadaian musim 2023-2024 sudah dimulai hari ini Sabtu 6 Januari 2024 di Stadion H Agus Salim Kota Padang. Tuan rumah Semen Padang FC versus PSIM Yogyakarta tentu bermain habis habisan agar target promosi ke Liga 1. Status juara grup 1 dengan poin 27, modal sang juru gendor mak itam jadi sebuah garansi dan harapan asa tiket promosi Liga 1.

Ada beberapa hal yang perlu kiranya jadi perhatian tim kabau sirah, pertama tentu kondisi cuaca dan bermain malam hari. Anak asuh pelatih Delfi Adri rapor bermain malam di kandang terbilang kurang tampil maksimal. Dari enam laga kandang, tiga diantaranya bermain pada pukul 19.00 WIB alias malam hari.

Tentu secara statistik, hasil lawan PSMS (2-2) poin satu, lawan Sada Sumut (2-1) poin tiga,serta imbang lagi versus PSPS Riau (1-1). Nah ini jadi tantangan lawan PSIM Yogyakarta, bermain malam hari.
Kedua cuaca di hari ini hujan, menambah beban teknis panitia pertandingan. Karena rumput di Stadion H Agus Salim Padang terbilang kurang bagus ketika kondisi hujan.

Dengan kondisi hujan intensitas tinggi, laga ini kemungkinan bisa berpotensi tunda. Mudah mudahan bisa sesuai jadwal, karena disiarkan langsung TV.

Strategi SPFC juga akan ajang pembuktian apakah mampu melewati kutukan ketika di laga penting, gugup, hasil akhir kurang maksimal. Poin penuh jadi harga mati Kabau Sirah.

Kekuatan anak asuh pelatih Kas Hartadi dengan 26 pemain ke Padang, jadi sinyal bahwa laskar Mataram bermain all out. Di tulisan sebelumnya, kita pernah bahas soal prediksi lawan SPFC di babak 12 akhirnya sesuai prediksi. Maka, reunian seorang asisten pelatih Weliansyah jadi kenyataan.

Dalam sesi wawancara dengan Weliansyah, beliau punya ambisi pribadi. Tentu ingin unjuk gigi meraih hasil sempurna. Weliansyah terakhir bersama SPFC pada musim 2021. Weliansyah nostalgia dengan publik Sumatera Barat.

Tentu beliau punya informasi terkait strategi apa yang akan dipakai oleh Delfi Adri. Sebagai mantan pemain dan pelatih di tim bermarkas di Indarung,Wel, panggilan akrabnya merasakan suka duka di tim berdiri 1980.

Sebagai perbandingan tim PSIM Yogyakarta di klasemen terakhir di grup 2, berada di urutan ketiga dibawah Bekasi FC dan Malut United. Tentu hal ini secara statistik, masih unggul Kabau Sirah.

Namun hal perlu diwaspadai adalah pertemuan terakhir Kabau Sirah di Yogyakarta di musim 2007 kala Liga Indonesia. Saat itu anak asuh almarhum Syafrianto Rusli kalah 0-1 di Stadion Mandala Krida Yogyakarta. Saat itu Gol finalti oleh Adolfo Souza.
Melihat hasil di musim ini,baik SPFC maupun PSIM tentu berpihak ke SPFC. Segi produktif dan nilai. Laga perdana di babak 12 besar terasa beban untuk punggawa Semen Padang.

Info terakhir, ada berbeda starting eleven (line up) diturunkan Delfi Adri. Duet Mak itam Kenneth dan Ahmad Ikhwan kemungkinan besar di awal. Di lini tengah ada Kapten Rosad Setiawan, Firman, Roken, Fandi Eko . Dibelakang tentu pilihan ada Kim, Agus Nova.

Di skuad laskar Mataram, ada mantan pemain timnas antara lain Hariono, Diaz Angga. Pilihan laga hari ini ada di tangan Pelatih Delfi Adri. Ayo Kabau Sirah, kita bisa, sasaka.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *