Sakato.co.id – Akses permodalan sering kali menjadi tantangan utama bagi para pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) untuk mengembangkan sayap bisnisnya. Menjawab tantangan tersebut, perwakilan BRI Kantor Cabang Pembantu (KCP) Sangir hadir sebagai narasumber dalam kegiatan Bimbingan Teknis (Bimtek) Pembiayaan bagi UMKM ke Perbankan dan Lembaga Non-Bank.
Acara yang berlangsung di Aula SMA Negeri 3 Solok Selatan pada Kamis (9/7/2026) ini dihadiri oleh puluhan pelaku UMKM lokal yang antusias memperluas jangkauan usaha mereka melalui jalur pembiayaan formal.
Dalam sesi pemaparan yang interaktif, perwakilan BRI KCP Sangir mengupas tuntas berbagai solusi keuangan yang disediakan oleh BRI. Tidak hanya sekadar memperkenalkan produk, para peserta juga dibekali dengan panduan praktis agar lebih “bankable”.
Beberapa poin penting yang dibagikan kepada para pelaku UMKM antara lain:
– Persyaratan Pengajuan Kredit: Memahami dokumen dan legalitas usaha yang diperlukan.
– Penilaian Kelayakan Usaha: Bagaimana perbankan melihat potensi perkembangan dan kesehatan usaha dari kacamata profesional.
– Manajemen Keuangan: Pentingnya memisahkan uang pribadi dengan uang usaha agar arus kas tetap sehat dan transparan.
– Pemanfaatan Layanan Digital: Edukasi mengenai penggunaan layanan perbankan digital secara bijak demi keberlanjutan usaha.
Pimpinan BRI Cabang Solok, Riandi Rinaldi Tabrani, menegaskan bahwa komitmen BRI terhadap UMKM tidak hanya berhenti pada penyaluran kredit atau modal usaha semata. Edukasi dan pendampingan secara konsisten dinilai jauh lebih krusial agar pelaku usaha tidak salah langkah.
“Literasi keuangan menjadi fondasi penting bagi pelaku UMKM dalam mengembangkan usahanya. Melalui kegiatan ini, BRI ingin memberikan pemahaman yang lebih baik mengenai mekanisme pembiayaan perbankan sehingga pelaku usaha dapat memanfaatkan fasilitas yang tersedia secara optimal dan bertanggung jawab,” ujar Riandi.
Melalui sinergi dalam bimtek ini, BRI berharap dapat terus memperkuat inklusi keuangan di wilayah Solok Selatan. Dengan pemahaman finansial yang matang dan dukungan modal yang tepat, UMKM lokal diharapkan mampu naik kelas, meningkatkan daya saing, serta menjadi motor penggerak utama perekonomian daerah.
(*)








Komentar