Sakato.co.id – Jemaah haji Kloter 12 Embarkasi Padang resmi menjadi rombongan perdana gelombang II Embarkasi Padang yang diterbangkan menuju Jeddah, Arab Saudi, Kamis (7/5/2026) dini hari.
Keberangkatan ini menandai dimulainya fase penerbangan gelombang II Embarkasi Padang. Berbeda dengan gelombang sebelumnya yang mendarat di Madinah, jemaah pada fase ini langsung menuju Jeddah sebelum melanjutkan perjalanan ke Makkah untuk menunaikan umrah wajib.
Kepala Kantor Wilayah Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, M. Rifki, mengatakan seluruh jemaah gelombang II diwajibkan mengenakan kain ihram sejak dari embarkasi.
“Karena jemaah langsung menuju Makkah, maka sejak dari embarkasi mereka sudah dibalut kain ihram. Miqat dilakukan di atas pesawat sebelum melintasi Yalamlam,” ujar Rifki.
Menurutnya, pola perjalanan gelombang II memiliki karakteristik berbeda dibanding gelombang pertama. Jika pada gelombang I jemaah lebih dahulu berada di Madinah, maka pada gelombang II jemaah langsung difokuskan menuju Makkah.
“Gelombang kedua ini ritmenya lebih padat karena setibanya di Jeddah, jemaah langsung bergerak menuju Makkah untuk melaksanakan umrah wajib,” katanya.
Ia mengingatkan jemaah agar menjaga kondisi fisik mengingat rangkaian ibadah akan langsung dimulai sesaat setelah tiba di Tanah Suci.
“Jemaah diminta menjaga stamina, memperbanyak minum, serta membawa perlengkapan pribadi seperti masker, botol minum, dan obat-obatan di tas kabin,” ucapnya.
Kloter 12 diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM) pukul 03.17 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia Boeing 777 dengan nomor penerbangan GIA 3512. Penerbangan tercatat lepas landas 23 menit lebih awal dari jadwal semula pukul 03.40 WIB.
Rifki menjelaskan, total jemaah dan petugas pada kloter ini berjumlah 392 orang dengan satu kursi kosong (open seat) akibat satu jemaah dirujuk ke rumah sakit karena sakit.
“Kloter 12 terdiri dari jemaah asal Kota Padang, Kabupaten Lima Puluh Kota, Kota Sawahlunto, serta didampingi petugas kloter dan pembimbing ibadah,” jelasnya.
Ia menyebut, kloter ini didominasi jemaah lanjut usia. Tercatat sebanyak 117 jemaah masuk kategori lansia, 23 orang risiko tinggi, dan 15 pengguna kursi roda. “Karena itu pelayanan ramah lansia tetap menjadi prioritas utama Embarkasi Padang,” katanya.
Jemaah tertua pada kloter ini adalah Zulkifli A. Anwar (84 tahun) asal Kota Padang, sedangkan jemaah termuda yakni Shamil Basayev Alfi Syukri (18 tahun) asal Kota Sawahlunto.
Adapun petugas yang mendampingi Kloter 12, Ketua Kloter Ifkar, Pembimbing Ibadah Yusmanto Rasaman, dokter Maulidya Rahmi, paramedis Rispan Sastra, Petugas Haji Daerah Riola Feranza Erman, serta Pembimbing KBIHU Darwin.
Hingga keberangkatan Kloter 12, Rifki menyebut sebanyak 4.695 jemaah Embarkasi Padang telah diterbangkan ke Arab Saudi. Embarkasi Padang tahun ini melayani 5.402 jemaah berasal dari Sumbar dan Bengkulu yang terbagi dalam 14 kloter.
(*)






Komentar