Tangis Pilu Bayi 2 Tahun di Padang: Disekap dan Diduga Disiksa Ayah Kandung, Diselamatkan Aksi Berani Tetangga

Sakato.co.id – Jerit tangis histeris dari sebuah rumah di Jalan Kunci, Kelurahan Korong Gadang, Kecamatan Kuranji, Kota Padang, Sumatra Barat, akhirnya menyingkap sebuah tragedi memilukan. Seorang bayi laki-laki yang baru berusia dua tahun diduga menjadi korban kekerasan brutal yang dilakukan oleh ayah kandungnya sendiri.

Kasus yang mengiris hati ini terungkap berkat aksi berani warga setempat. Karena curiga mendengar tangisan korban yang tak kunjung berhenti, para tetangga memutuskan untuk mengambil paksa bayi malang tersebut dari dalam rumahnya pada Senin (4/5/2026) lalu. Tanpa buang waktu, warga langsung melarikan korban ke Polresta Padang untuk mendapatkan perlindungan.

Peristiwa pilu ini dibenarkan oleh Perwira Samapta I Polresta Padang, Ipda Ghifari Iman Sanika. Ia mengonfirmasi bahwa kasus dugaan penganiayaan anak di bawah umur ini sudah ditangani secara intensif oleh Satreskrim Polresta Padang.

“Bayi ini awalnya menangis terus-menerus di dalam rumah. Tetangga yang merasa curiga dan khawatir akhirnya mendatangi rumah tersebut, membawa paksa bayi ini, dan langsung mengantarkannya ke Polresta Padang,” ujar Ghifari saat dihubungi wartawan, Minggu (17/5/2026).

Seusai diselamatkan, korban langsung dilarikan ke Rumah Sakit Bhayangkara Padang untuk mendapatkan perawatan medis. Kondisi fisik bayi malang ini terbilang sangat memprihatinkan.

Dalam unggahan video di akun Instagram pribadi Ipda Ghifari yang kini viral di media sosial, terlihat jelas jejak-jejak kekerasan di tubuh mungil korban. Terdapat luka lebam dan kemerahan di sekitar area mata, serta bekas gigitan di beberapa bagian tubuhnya.

Bukan itu saja, kaki kanan korban tampak melepuh kemerahan, diduga kuat akibat siraman air panas. Berdasarkan pemeriksaan awal, ditemukan juga luka memar pada bagian alat vital korban.

“Saat ini, bayi tersebut masih menjalani perawatan medis secara intensif di RS Bhayangkara Padang,” tambah Ghifari.

Ibu Korban Diintimidasi Pelaku

Selama ini, aksi keji sang ayah luput dari perhatian warga sekitar karena korban hampir tidak pernah dibawa keluar rumah oleh orang tuanya. Sang ibu pun tak berani mengadu karena berada di bawah tekanan dan ancaman pelaku.

“Jadi sebelumnya tetangga tidak tahu apa yang dialami anak ini, karena jarang sekali dibawa keluar rumah. Ibunya juga tidak berani bercerita karena mendapat ancaman dari pelaku,” ungkap Ghifari membeberkan alasan mengapa kasus ini baru terungkap.

Saat ini, pelarian dan tindakan semena-mena sang ayah telah berakhir. Polisi bergerak cepat menyusul laporan warga dan langsung meringkus terduga pelaku.

“Untuk detail penanganan kasus dan motifnya, silakan konfirmasi ke Pak Kasat Reskrim. Yang jelas, kasus sudah langsung ditangani begitu kami menerima anak ini, dan terduga pelaku saat ini sudah diamankan,” pungkas Ghifari.

Kasus ini memicu gelombang kecaman dari netizen di media sosial, yang mendesak agar pihak kepolisian memberikan hukuman seberat-beratnya kepada pelaku atas tindakan tidak manusiawi tersebut.

(*)

 

Komentar