Padang Diterjang Banjir Bandang: 672 Warga Mengungsi, 6 Kelurahan Terendam

Sakato.co.id – Hujan deras dengan intensitas tinggi yang mengguyur Kota Padang, Sumatera Barat, memicu banjir luas di tiga kecamatan pada Sabtu (10/10/2026). Hingga Minggu (11/10/2026) pagi, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang mencatat sebanyak 672 warga terpaksa mengungsi dan 498 jiwa terdampak langsung.

Banjir melanda enam kelurahan yang tersebar di Kecamatan Koto Tangah, Nanggalo, dan Kuranji. Laporan bencana pertama kali diterima dari kawasan Guo, Kelurahan Kuranji, sekitar pukul 12.52 WIB, tak lama setelah hujan deras mulai turun pada tengah hari.

“Hujan deras mulai terjadi sekitar pukul 12.00 WIB. Laporan banjir pertama kami terima dari Guo pukul 12.52 WIB, lalu air dengan cepat meluas ke wilayah lain,” ujar Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang, Hendri Zulviton, Minggu (11/10/2026).

Kelurahan Kuranji Parah, Akses Jalan Terputus

Kecamatan Kuranji menjadi wilayah terdampak paling parah dengan 245 jiwa terdampak dan lima rumah mengalami kerusakan (empat rusak sedang, satu rusak berat). Banjir juga merusak infrastruktur penting di kawasan Guo, menyebabkan jalan di sekitar fasilitas PDAM terputus total.

Selain Kuranji, wilayah lain yang terendam meliputi:

– Kecamatan Koto Tangah: Kelurahan Lubuk Minturun (75 jiwa), Koto Panjang Ikua Koto (133 jiwa), dan Batipuah Panjang.

– Kecamatan Nanggalo: Kelurahan Tabing Banda Gadang (45 jiwa) dan Gurun Laweh.

Secara keseluruhan, BPBD memperkirakan sekitar 120 unit rumah terendam air. Beruntung, hingga saat ini tidak ada laporan korban jiwa maupun luka-luka.

Ratusan Warga Dievakuasi ke Tempat Pengungsian

Tim SAR Gabungan yang terdiri dari BPBD, Basarnas, TNI/Polri, serta relawan bergerak cepat mengevakuasi 238 jiwa dari titik-titik rawan. Proses evakuasi terbesar berlangsung di Perumahan Lumin Park (Lubuk Minturun) dengan menyelamatkan 178 warga.

Saat ini, sebanyak 672 pengungsi terfokus di Kelurahan Kuranji. Mereka ditempatkan di beberapa lokasi darurat:

– Lapau Munggu & Rumah Warga: 367 jiwa (tenda pengungsian)

– Mushalla Ar Ridwan (Kampung Tangah): 250 jiwa

– Warung Jembatan Guo: 55 jiwa

Bantuan Logistik Mulai Disalurkan

Guna memenuhi kebutuhan mendesak para pengungsi, bantuan logistik berupa ratusan porsi makanan siap saji, selimut, kasur matras, perlengkapan anak (kids wear/family kit), serta air mineral mulai disalurkan oleh Pemkot Padang, Dinas Sosial Provinsi Sumbar, Bank Nagari, dan BPBD.

Sebagai upaya darurat di lapangan, petugas bersama warga tengah bergotong royong memperbaiki tanggul sungai yang jebol di kawasan Lapau Munggu.

Kendala Lapangan dan Peringatan Bencana Susulan

Meski penanganan terus berjalan, BPBD mengakui adanya sejumlah hambatan di lapangan, mulai dari keterbatasan personel hingga minimnya peralatan dan logistik di tengah luasnya area terdampak.

Mengingat cuaca yang belum menentu, BPBD mengimbau masyarakat untuk tetap bersiaga terhadap potensi bencana susulan seperti banjir bandang, tanah longsor, dan pohon tumbang.

“Masyarakat kami harapkan tetap waspada dan mematuhi arahan petugas di lapangan selama potensi bencana susulan masih mengintai,” tegas Hendri.

(*)

Komentar