Lapas Padang Gandeng Yayasan Gempiya, Beri Kesempatan Warga Binaan Raih Ijazah Paket A, B, dan C

Sakato.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang terus memperkuat komitmennya dalam memanusiakan warga binaan. Terbaru, Lapas Padang resmi menggandeng Yayasan Pendidikan Gempiya Sumatera Barat untuk menyelenggarakan program pendidikan kesetaraan bagi para penghuni Lapas tersebut.

Langkah strategis ini ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) yang berlangsung khidmat di Aula Saharjo Lapas Padang, Jumat (6/2/2026).

Kalapas Padang, Junaidi Rison, menegaskan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan langkah konkret menjalankan 15 Program Unggulan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto. Salah satu poin utamanya adalah memastikan hak pendidikan bagi narapidana dan anak binaan tetap terpenuhi meski di balik jeruji besi.

“Pendidikan adalah hak dasar setiap warga negara, termasuk mereka yang sedang menjalani masa pidana. Kami ingin memastikan saat mereka bebas nanti, mereka tidak hanya membawa pengalaman pembinaan, tapi juga bekal pendidikan formal yang sah,” ujar Junaidi Rison.

Melalui sinergi ini, warga binaan Lapas Padang kini memiliki akses untuk mengikuti pendidikan non-formal setara:

Paket A (Setara SD)

Paket B (Setara SMP)

Paket C (Setara SMA)

Junaidi menambahkan, kepemilikan ijazah resmi diharapkan menjadi “senjata” baru bagi warga binaan untuk bersaing di dunia kerja setelah kembali ke masyarakat.

“Ijazah ini adalah modal penting. Kami ingin mengubah stigma bahwa keluar dari Lapas bukan berarti selesai, tapi awal dari lembaran baru yang lebih produktif dan berkualitas,” tambahnya.

Ketua Yayasan Pendidikan Gempiya Sumatera Barat turut hadir dalam kegiatan ini dan menyatakan kesiapannya untuk mengirimkan tenaga pengajar terbaik guna mendampingi proses belajar mengajar di dalam Lapas.

Dengan hadirnya program ini, Lapas Kelas IIA Padang semakin mengukuhkan posisinya sebagai lembaga yang berorientasi pada masa depan, menciptakan lingkungan yang humanis, serta memberikan kesempatan kedua bagi warga binaan untuk memperbaiki taraf hidup melalui jalur pendidikan.

(*)

 

Komentar

News Feed