Kemenag Sumbar Ungkap Tujuan Revitalisasi KUA

Sakato.co.id – Menteri Agama mencanangkan program Revitalisasi Kantor Urusan Agama (KUA). Program ini merupakan upaya Kementerian Agama untuk mewujudkan KUA sebagai pusat layanan keagamaan yang prima, kredibel, dan moderat guna meningkatkan kualitas umat beragama.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Kantor Wilayah Kemenag Sumatera Barat, Mahyudin, beberapa hari yang lalu di Padang Panjang.

Ia menyampaikan terdapat empat tujuan strategis dari revitalisasi KUA. “Tujuan strategis pertama yaitu, untuk meningkatkan kualitas umat beragama, tujuan kedua untuk memperkuat peran KUA dalam mengelola kehidupan keberagamaan,” kata Mahyudin.

Tujuan strategis ketiga, lanjut Mahyudin untuk memperkuat program dan layanan keagamaan. Dan tujuan strategis keempat, untuk meningkatkan kapasitas kelembagaan KUA sebagai pusat layanan keagamaan.

Mahyudin menambahkan, revitalisasi KUA meliputi rehab fisik di setiap KUA model. Rehab fisik tersebut dilakukan seperti perubahan layout front office, layout balai nikah dan ruang konsultasi.

“Jadi kita akan berusaha merubah pelayanan di KUA seperti pelayanan di Bank Convensional dengan pelayanan yang maksimal,” sebutnya.

“Revitalisasi ini juga meliputi penyempurnaan standar pelayanan publik pada KUA Kecamatan, transformasi digital dan penguatan program capacity building terhadap petugas-petugas di KUA model seperti penghulu dan penyuluh,” imbuhnya.

Ia melanjutkan, untuk program penguatan kompetensi petugas di KUA, Ditjen Bimas Islam telah melakukan sejumlah bimbingan teknis (bimtek), seperti bimtek jejaring lokal, bimtek moderasi beragama berbasis keluarga.

“Kemudian bimtek layanan prima, bimtek revitalisasi KUA melalui program dan layanan bidang Urusan Agama Islam dan Pembinaan Syariah, bimtek administrasi dan pengamanan aset wakaf dan terakhir bimtek standar penyuluh agama Islam dukungan revitalisasi KUA,” kata dia.

Mahyudin menambahkan KUA perlu memiliki image sebagai tempat pelayanan semua agama, bukan hanya satu agama saja.

“KUA saat ini masih terkesan hanya milik umat Islam saja, padahal KUA itu adalah etalasenya Kementerian Agama di daerah. Saya harapkan revitalisasi KUA ini dapat berjalan lebih baik,” bebernya.

“Jadi kita berharap dengan revitalisasi ini, di KUA itu tidak hanya melayani soal pernikahan saja, tapi banyak pelayanan-pelayanan lain yang bisa dilakukan,” pungkasnya.

(*)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *