Sakato.co.id – Si jago merah mengamuk di kawasan padat penduduk, Jalan Dahlia, RT 02 RW 03, Kelurahan Surau Gadang, Kecamatan Nanggalo, Kota Padang pada Jumat (6/2/2026) siang. Insiden ini menghanguskan sejumlah rumah warga, petakan kontrakan, hingga fasilitas pendidikan.
Kepala Bidang Operasi (Kabid Ops) Dinas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kota Padang, Rinaldi, mengonfirmasi bahwa laporan masuk ke pusat komando pada pukul 13:48 WIB. Menanggapi laporan tersebut, petugas bergerak cepat dan tiba di lokasi hanya dalam waktu lima menit.
Menurut keterangan saksi mata di lokasi, Hendro (46), api pertama kali terlihat muncul dan membesar dari bagian belakang salah satu rumah warga.
“Saksi melihat api sudah membesar dari area belakang, kemudian langsung menghubungi dinas pemadam kebakaran,” ujar Rinaldi dalam keterangannya, Jumat sore.
Kebakaran ini melahap area seluas kurang lebih 800 meter persegi. Berdasarkan data sementara, objek yang terdampak meliputi:
– 2 unit rumah tinggal milik Ibu Rosmaini (75) dan Rika Permata Sari (34).
– 5 unit rumah kontrakan.
– 2 bangunan SDN 05 Surau Gadang, tepatnya ruang kelas 3C dan galeri hasil karya siswa.
Meskipun tidak ada korban jiwa maupun luka-luka (nihil), kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 1,5 Miliar. Sebanyak 20 orang terpaksa mengungsi dan 15 jiwa terdampak langsung akibat kehilangan tempat tinggal.
Dinas Damkar Kota Padang mengerahkan sedikitnya 6 unit armada pemadam dengan kekuatan sekitar 85 personel. Proses pemadaman berlangsung intensif hingga api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 15:31 WIB.
Rinaldi mengakui tim di lapangan sempat menghadapi tantangan dalam proses pemadaman.
“Akses jalan menuju lokasi cukup sempit dan berada di kawasan padat penduduk, sehingga membutuhkan upaya ekstra dari personel di lapangan,” jelasnya.
Operasi pemadaman ini juga dibantu oleh berbagai unsur terkait, mulai dari TNI, POLRI, Satpol PP, PLN, PMI, hingga pihak Kecamatan Nanggalo.
Hingga berita ini diturunkan, penyebab pasti munculnya api masih belum diketahui. “Penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan oleh pihak berwenang,” tutup Rinaldi.
(*)






Komentar