Jaga Stabilitas Ekonomi Ramadan, BI Sumbar Fokus Kendalikan Harga dan Genjot Transaksi Digital

Sakato.co.id – Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, Bank Indonesia (BI) Perwakilan Sumatera Barat mengambil langkah strategis untuk memastikan ekonomi daerah tetap stabil. Fokus utama BI tahun ini terletak pada dua pilar penting: menjaga stabilitas harga pangan dan mengakselerasi digitalisasi sistem pembayaran.

Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, M. Abdul Majid Ikram, mengungkapkan bahwa lonjakan aktivitas ekonomi masyarakat selama bulan suci dan jelang Idul Fitri memerlukan pengawasan ekstra, terutama terkait inflasi.

Inflasi Terkendali di Bawah Rata-rata Nasional

Upaya mitigasi yang dilakukan sejak akhir tahun 2025 mulai membuahkan hasil manis. Berdasarkan data terbaru, inflasi Sumatera Barat pada Februari 2026 tercatat sebesar 0,30 persen (month to month). Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan inflasi nasional yang berada di level 0,68 persen pada periode yang sama.

Abdul Majid menjelaskan bahwa stabilitas harga pangan menjadi prioritas utama setelah sempat terjadi tekanan inflasi akibat dampak bencana hidrometeorologi di penghujung tahun 2025.

“Langkah pengendalian harga yang kita lakukan sejak akhir tahun lalu terbukti efektif, terutama pada komoditas penyumbang inflasi utama seperti cabai merah, bawang merah, dan beras. Hal ini bahkan sempat membawa kita pada posisi deflasi di Januari 2026,” ujar Abdul Majid dalam acara Diseminasi Media Ramadan di Padang, Rabu (11/3/2026).

Digitalisasi Jadi Andalan

Tak hanya soal harga, BI Sumbar juga gencar mendorong digitalisasi untuk efisiensi transaksi. Penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) di Ranah Minang pun kian populer.

Tren positif ini terlihat dari data statistik BI:

– Volume Transaksi QRIS: Melonjak hingga 109,60 persen secara tahunan.

– Nominal Transaksi: Meningkat signifikan sebesar 77,38 persen.

Pertumbuhan impresif ini didorong oleh semakin banyaknya merchant dan pengguna yang beralih ke metode pembayaran nontunai. Per Januari 2026, jumlah pengguna QRIS di Sumatera Barat telah mencapai 977.803 orang, dengan penambahan sekitar 8.094 pengguna baru hanya dalam waktu sebulan.

Dengan kombinasi harga pangan yang stabil dan kemudahan transaksi digital, Bank Indonesia optimistis masyarakat Sumatera Barat dapat menjalankan ibadah Ramadan dengan lebih tenang dan nyaman.

(*)

 

Komentar