Sakato.co.id – Kebakaran hebat melanda sebuah gudang penyimpanan furniture ternama, Bigland, yang berlokasi di Jalan Sutan Syahrir, Rawang, Kecamatan Padang Selatan pada Jumat (6/2/2026) petang. Insiden ini sempat memicu kepanikan warga sekitar karena lokasi gudang berada di tepi jalan raya utama yang padat penduduk.
Kepala Bidang Operasional (Kabid Ops) Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang, Rinaldi, mengonfirmasi bahwa laporan kebakaran diterima sekitar pukul 18.21 WIB. Merespons cepat laporan tersebut, armada pertama langsung meluncur dan tiba di lokasi hanya dalam waktu empat menit.
“Kami mengerahkan sedikitnya 6 unit armada pemadam kebakaran dengan total 85 personel ke lokasi kejadian untuk melokalisir api agar tidak merembet ke bangunan sekitar,” ujar Rinaldi.
Kebakaran pertama kali diketahui oleh seorang saksi bernama Ristin (37), seorang karyawan BUMN. Menurut keterangannya, api terlihat sudah membesar dari arah dalam gudang penyimpanan. Mengingat material di dalam gudang merupakan furniture yang mudah terbakar, api dengan cepat menjalar dan melahap bangunan seluas kurang lebih 1.000 meter persegi tersebut.
Beruntung, berkat kesigapan petugas gabungan dari Damkar Kota Padang, TNI, PMI, hingga pihak Pelindo, api berhasil dipadamkan sepenuhnya pada pukul 19.26 WIB.
Meskipun kobaran api cukup besar, Rinaldi memastikan tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini. Namun, kerugian materiil ditaksir cukup besar.
Berikut adalah rincian dampak kebakaran tersebut:
Objek Terbakar: 1 unit gudang penyimpanan furniture Bigland.
Luas Area: ± 1.000 m².
Estimasi Kerugian: ± Rp500.000.000 (Lima Ratus Juta Rupiah).
Korban Jiwa/Luka: Nihil.
Hingga saat ini, pihak berwenang masih melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk mengetahui penyebab pasti munculnya api. Area gudang milik Adha Yudicia (29) tersebut kini telah dipasangi garis polisi guna kepentingan olah TKP.
Dinas Pemadam Kebakaran Kota Padang kembali mengimbau masyarakat untuk selalu waspada dan segera melapor jika melihat potensi kebakaran di lingkungan sekitar agar penanganan dapat dilakukan sedini mungkin.
(*)






Komentar