Sakato.co.id – Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, membuka secara resmi Musabaqah Tilawatil Qur’an Nasional (MTQN) ke-42 Tingkat Kecamatan Lubuk Begalung (Lubeg). Acara tersebut digelar khidmat di samping Kantor Lurah Pampangan Nan XX, Sabtu (16/5/2026).
Dalam sambutannya, Maigus Nasir menekankan bahwa MTQ kali ini bukan sekadar ajang perlombaan seni membaca Al-Qur’an, melainkan momentum penting untuk menyatukan seluruh elemen masyarakat.
“MTQ hari ini tidak sekadar lomba membaca Al-Qur’an, tetapi bagaimana menghadirkan seluruh elemen masyarakat untuk sama-sama terlibat. Inilah yang akan menjadi kekuatan untuk mewujudkan visi, misi, dan program unggulan Wali Kota Padang,” ujar Maigus Nasir.
Lebih lanjut, Maigus menjelaskan bahwa pelaksanaan MTQ ini juga menjadi bagian dari penguatan program Smart Surau yang tengah digalakkan Pemerintah Kota Padang melalui revisi kurikulum MTDA/TQA. Program inovatif ini bertujuan untuk mengaktifkan kembali para siswa SMP agar belajar pendidikan agama Islam langsung di masjid dan musala.
Saat ini, Pemkot Padang tengah melakukan seleksi ketat bagi guru-guru pengajar program tersebut. “Kegiatannya akan dimulai dari salat Magrib sampai Isya, yang mencakup 3T; Tahsinul Qur’an, Tafsirul Qur’an, dan Tahfidzul Qur’an,” tambah Maigus.
Melalui syiar Islam seperti MTQ ini, Pemkot Padang menargetkan terciptanya generasi muda yang Qur’ani, berakhlak mulia, serta tangguh dalam menghadapi tantangan zaman. Nilai-nilai Al-Qur’an diharapkan mampu menjadi benteng moral bagi masyarakat.
“Kita berharap kegiatan musabaqah ini setidak-tidaknya menimbulkan rasa malu, rasa segan, dan rasa simpatik untuk tidak melakukan hal-hal yang tidak baik. Karena nilai-nilai Al-Qur’an terus kita gelorakan di tengah masyarakat,” harapnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, Yusril, menyampaikan apresiasinya atas kekompakan masyarakat Lubuk Begalung. Ia menilai tema yang diusung dalam MTQ kali ini sangat relevan dengan kondisi sosial saat ini.
“Tema yang diangkat pada MTQ ke-42 ini adalah ‘Membumikan Al-Qur’an Bersinergi dengan Masyarakat Kecamatan Lubuk Begalung’. Tema ini mengingatkan kita semua pada pentingnya menjadikan Al-Qur’an sebagai pedoman hidup sekaligus energi positif dalam kehidupan sehari-hari,” pungkas Yusril.




Komentar