Sakato.co.id – PT Semen Padang kembali menggelar Akademi Jago Bangunan sebagai bentuk komitmen meningkatkan kompetensi tukang bangunan di berbagai daerah pemasaran perusahaan. Kali ini, kegiatan tersebut digelar di Kota Solok, Sabtu (16/5/2026), dan diikuti antusias oleh 113 tukang bangunan di daerah berjuluk “Kota Beras” itu.
Mengusung tema “Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia”, Akademi Jago Bangunan menjadi wadah edukasi sekaligus pembinaan bagi para tukang bangunan agar semakin profesional dan memiliki kompetensi yang mampu bersaing di tengah perkembangan dunia konstruksi yang terus bergerak maju.
Kegiatan itu dibuka langsung oleh Kepala Unit Penjualan Sumatera Bagian Tengah PT Semen Padang, Nanda Kurniawan, dan turut dihadiri sejumlah perwakilan distributor semen, di antaranya PT RIS Investindo Sarana, PT Cedana Sembilan, PT Defni Sejahtera Mandiri, PT Puskud Jaya Bersama, PT Sumber Niaga Interindo, dan PT Utama Multi Sejahtera.
Kepala Unit Komunikasi dan Kesekretariatan PT Semen Padang, Idris, mengatakan bahwa Akademi Jago Bangunan merupakan salah satu bentuk nyata tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat, khususnya para pelaku konstruksi di daerah pemasaran.
“Melalui program ini, kami ingin memastikan bahwa kehadiran PT Semen Padang tidak hanya dirasakan melalui produk, tetapi juga melalui peningkatan kualitas sumber daya manusia di lapangan,” ujarnya.
Nanda Kurniawan dalam sambutannya pada saat pembukaan mengatakan bahwa Akademi Jago Bangunan merupakan program rutin PT Semen Padang yang terus dilaksanakan di berbagai daerah pemasaran perusahaan sebagai bentuk perhatian terhadap peningkatan kualitas tenaga kerja konstruksi.
“Akademi Jago Bangunan ini merupakan bagian dari komitmen PT Semen Padang untuk terus hadir di tengah masyarakat, khususnya para tukang bangunan yang selama ini menjadi mitra penting dalam pembangunan,” ucapnya.
Digelarnya Akademi Jago Bangunan, katanya melanjutkan, karena PT Semen Padang sebagai bagian dari SIG memiliki perhatian besar terhadap pengembangan sumber daya manusia di sektor konstruksi, khususnya para tukang bangunan sebagai garda terdepan pembangunan.
Karena itu, melalui Akademi Jago Bangunan, peserta tidak hanya diberikan pemahaman mengenai penggunaan produk semen, tetapi juga dibekali product knowledge, teknik aplikasi produk, hingga demo produk secara langsung agar para tukang memahami metode kerja yang benar dan efisien.
“Kami berharap kegiatan ini benar-benar dimanfaatkan dengan baik oleh seluruh peserta. Tidak hanya sekadar hadir, tetapi juga membawa pulang ilmu dan keterampilan baru yang nantinya dapat diterapkan di lapangan,” tuturnya.
Nanda menjelaskan, tema “Bangga Bangun Keahlian, Bangga Bangun Indonesia” dipilih bukan tanpa alasan. Tema tersebut, kata dia, menjadi pengingat bahwa kemampuan dan keterampilan merupakan aset penting yang harus terus diasah oleh setiap pekerja konstruksi.
Ia menilai, profesi tukang bangunan saat ini tidak lagi bisa dipandang sebelah mata. “Di tengah perkembangan teknologi konstruksi dan tuntutan kualitas bangunan yang semakin tinggi, para tukang dituntut untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan mereka,” katanya.
Lebih jauh, Nanda menekankan bahwa keberhasilan pembangunan infrastruktur tidak lepas dari peran besar para tukang bangunan. Menurutnya, para tukang merupakan pihak yang mengubah rancangan menjadi bangunan nyata yang dapat dimanfaatkan masyarakat.
“Insinyur boleh merencanakan, arsitek boleh menggambar desain, tetapi yang mengubah gambar menjadi rumah, masjid, sekolah, jalan, hingga gedung adalah para tukang bangunan. Karena itu, tukang bangunan adalah tulang punggung pembangunan Indonesia,” tegasnya disambut tepuk tangan peserta.
Sementara itu, perwakilan distributor PT Puskud Jaya Bersama, Busrizal, turut memberikan apresiasi kepada PT Semen Padang yang konsisten menghadirkan program pembinaan bagi para pekerja konstruksi. Menurutnya, kegiatan seperti Akademi Jago Bangunan sangat penting untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang konstruksi yang saat ini berkembang sangat cepat.
“Profesi tukang bangunan bukan pekerjaan biasa. Ini adalah profesi penting yang membutuhkan keterampilan dan tanggung jawab besar. Apalagi perkembangan dunia konstruksi sekarang sangat pesat, sehingga kemampuan sumber daya manusianya juga harus terus ditingkatkan,” katanya.
Busrizal juga mengingatkan bahwa Akademi Jago Bangunan ini merupakan hal berharga yang tidak dimiliki semua orang. Untuk itu, ia berharap kepada semua peserta untuk dapat mengikuti dan mencermati semua materi yang disampaikan dengan baik, sehingga ilmu yang didapat dapat diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari.
“Di samping itu, kami juga mengingatkan agar semua peserta Akademi Jago Bangunan untuk terus bersikap profesional. Artinya, tidak hanya bekerja sebagai tukang bangunan, tetapi juga memiliki tanggung jawab, disiplin, dan selalu mengutamakan keselamatan dalam bekerja,” katanya.
Salah seorang peserta Akademi Jago Bangunan, Yudid Sri Wahyudi, mengaku mendapatkan banyak pengalaman dan pengetahuan baru selama mengikuti pelatihan tersebut. Menurutnya, kegiatan yang digelar PT Semen Padang ini menjadi pengalaman pertamanya mengikuti pelatihan khusus tukang bangunan.
“Ini pengalaman pertama saya mengikuti pelatihan tukang bangunan. Saya mengucapkan terima kasih kepada PT Semen Padang yang telah memberikan kesempatan kepada kami untuk mengikuti Akademi Jago Bangunan. Banyak ilmu yang kami dapatkan, terutama terkait kualitas semen dan teknik penggunaannya,” ujarnya.
Yudid berharap kegiatan serupa dapat terus dilaksanakan secara rutin, karena dinilai memberikan manfaat besar bagi para pekerja konstruksi, khususnya tukang bangunan di daerah. “Kalau bisa, pelatihan seperti ini sering-sering digelar di Kota Solok ini. Kami sebagai tukang bangunan juga butuh upgrade pengetahuan tentang produk dan konstruksi bangunan,” katanya.
Peserta lainnya, Aris Suprapto, yang mengaku sudah lebih dari 20 tahun menjadi tukang bangunan, menilai bahwa produk PT Semen Padang memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan produk lain, terutama untuk pekerjaan pengecoran, pemasangan batu, acian, hingga plesteran.
Menurut Aris, penggunaan semen dari PT Semen Padang membuat proses pekerjaan menjadi lebih cepat dengan hasil akhir yang lebih halus dan memuaskan. “Kalau menggunakan produk lain, proses keringnya lebih lama sehingga pekerjaan menjadi lambat. Kalau semen dari PT Semen Padang, lebih cepat kering dan hasilnya juga lebih halus,” katanya.
Melalui program Akademi Jago Bangunan, PT Semen Padang berharap dapat terus berkontribusi dalam menciptakan tenaga kerja konstruksi yang andal, profesional, dan mampu mendukung pembangunan infrastruktur berkualitas di Indonesia.
Suasana kegiatan berlangsung meriah sejak pagi. Selain mendapatkan materi pelatihan dan edukasi seputar konstruksi, peserta juga disuguhi berbagai kuis interaktif dengan hadiah menarik. Tidak hanya itu, panitia juga menyiapkan sejumlah doorprize, termasuk hadiah utama berupa sepeda gunung yang semakin menambah semangat para peserta mengikuti rangkaian kegiatan hingga selesai.
(*)









Komentar