Cuaca Ekstrem di Padang, Akibatkan Pohon Tumbang Timpa Rumah Warga di Lubuk Begalung

Sakato.co.id – Cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang yang melanda Kota Padang pada Rabu (1/4/2026) petang memicu insiden pohon tumbang di Kecamatan Lubuk Begalung. Sebuah pohon jenis Salam berukuran besar menimpa rumah warga di Jalan Biduri 3, Kelurahan Pengambiran Ampalu Nan XX.

Kalaksa Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Padang, Hendri Zulviton, mengonfirmasi bahwa insiden tersebut terjadi sekitar pukul 18.30 WIB. Pohon dengan diameter sekitar 65 cm dan panjang mencapai 18 meter tersebut ambruk tepat mengenai bagian kamar dan ruang tamu rumah warga.

Pohon setinggi belasan meter itu menimpa hunian milik Randi Eka Putra (31), seorang buruh harian lepas yang tinggal bersama tiga anggota keluarga lainnya, serta rumah Yusmaini (53). Akibat kejadian ini, bagian atap dan plafon rumah mengalami rusak berat.

“Berdasarkan pendataan di lapangan, kerugian materil diperkirakan mencapai Rp25.000.000. Beruntung, meski kerusakan bangunan cukup parah, tidak ada korban jiwa maupun luka-luka dalam peristiwa ini,” ujar Hendri Zulviton.

Mendapat laporan dari warga, Tim Rescue PB BPBD Kota Padang langsung bergerak di bawah komando Kalaksa dan Kabid KL. Proses evakuasi dilakukan dengan memotong batang pohon menggunakan gergaji mesin (chainsaw) agar beban bangunan berkurang.

Sinergi di lapangan terlihat sangat solid dengan keterlibatan berbagai pihak, di antaranya Personel BPBD Kota Padang, Babinsa, Kelompok Siaga Bencana (KSB), Relawan Srikandi, Pengurus RT dan RW setempat.

Hingga Rabu malam, pengerjaan pembersihan sisa batang dan ranting pohon telah dinyatakan selesai 100 persen. Akses di lokasi sudah kembali normal dan puing-puing bangunan telah mulai dibersihkan oleh pemilik rumah dibantu warga.

BPBD Kota Padang kembali mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, mengingat kondisi cuaca yang sulit diprediksi. “Kami meminta warga untuk melaporkan segera jika ada pohon yang dinilai rawan tumbang di sekitar pemukiman, terutama saat memasuki musim penghujan dan angin kencang seperti sekarang,” tutup Hendri.

(*)

Komentar