Sakato.co.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Padang menunjukkan keseriusan dalam menciptakan lingkungan yang bersih dari alat komunikasi ilegal. Sebanyak 123 unit handphone (HP) hasil sitaan periode Januari 2025 hingga April 2026 resmi dimusnahkan.
Langkah tegas ini merupakan bagian dari komitmen “Zero Halinar” (Handphone, Pungutan Liar, dan Narkoba) yang dicanangkan oleh jajaran pemasyarakatan.
Kepala Lapas Kelas IIA Padang, Ronaldo Davinci Talesa, menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi keberadaan barang terlarang di dalam sel. Seluruh barang bukti langsung dihancurkan untuk menutup celah penyalahgunaan kembali.
“Dari 1 Januari 2025 sampai April 2026, sebanyak 123 handphone sudah kita musnahkan semua. Jadi tidak ada lagi HP hasil sitaan yang tersimpan,” ujar Ronaldo usai Apel Ikrar Pemasyarakatan Bersih Halinar, Jumat (7/5/2026).
Ronaldo mengakui bahwa upaya sterilisasi Lapas Padang memiliki tantangan besar. Saat ini, pemeriksaan masih dilakukan secara manual karena keterbatasan sarana, termasuk belum adanya mesin pemindai X-ray.
Selain faktor alat, kondisi fisik bangunan yang merupakan peninggalan zaman Belanda juga menjadi perhatian. Tim Lapas terus memetakan titik-titik rawan pada bagian bangunan yang mulai lapuk dimakan usia.
“Pemeriksaan masih manual, tentu ada kekurangan. Tapi kami tetap berusaha semaksimal mungkin agar barang terlarang tidak masuk,” tambahnya.
Kondisi hunian di Lapas Padang saat ini terpantau padat merayap. Dengan kapasitas ideal hanya untuk 300 hingga 400 orang, Lapas Padang kini menampung sekitar 730 warga binaan.
Di tengah kepadatan tersebut, pihak Lapas juga memberikan perhatian khusus bagi narapidana kategori high risk. Tercatat ada delapan narapidana berisiko tinggi, yang terdiri dari:
2 Narapidana vonis hukuman mati.
6 Narapidana vonis seumur hidup.
“Penanganannya berbeda. Ada pengaturan tertentu, termasuk pembatasan waktu interaksi mereka dengan warga binaan lainnya,” jelas Ronaldo.
Guna memastikan tidak ada “orang dalam” yang bermain, Ronaldo menerapkan perjanjian kinerja langsung antara pegawai dan pimpinan. Ia berjanji akan menindak tegas oknum yang terbukti membantu penyelundupan barang haram.
Menutup keterangannya, Ronaldo menyampaikan bahwa Lapas Padang kini tengah menjajaki program ketahanan pangan sesuai arahan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan. Karena keterbatasan lahan terbuka, metode hidroponik dipilih sebagai solusi produktivitas bagi warga binaan.
“Kita coba manfaatkan lahan yang ada. Hidroponik sedang mulai direncanakan karena lapas sudah tidak memiliki lahan kosong lagi,” pungkasnya.
(*)









Komentar