Sakato.co.id – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini cuaca untuk wilayah Sumatera Barat pada Senin (9/3/2026) dini hari. Berdasarkan pembaruan informasi BMKG pada pukul 01.50 WIB, sejumlah wilayah di Sumatera Barat berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang.
Peringatan dini ini berlaku mulai pukul 02.00 WIB hingga sekitar pukul 04.00 WIB.
Khusus untuk wilayah Kota Padang, potensi hujan sedang hingga lebat disertai petir dan angin kencang diperkirakan terjadi di Kecamatan Lubuk Kilangan. Kondisi cuaca tersebut juga berpotensi meluas ke beberapa kecamatan lainnya di Kota Padang seperti Padang Selatan, Padang Timur, Padang Barat, Padang Utara, Bungus Teluk Kabung, Lubuk Begalung, Pauh, Kuranji, Nanggalo hingga Koto Tangah.
Selain Kota Padang, potensi cuaca ekstrem juga diperkirakan terjadi di sejumlah daerah lain di Sumatera Barat seperti Kabupaten Solok, Pesisir Selatan, Tanah Datar, Padang Pariaman, Agam, Lima Puluh Kota, Pasaman, Solok Selatan, Pasaman Barat, serta beberapa kota seperti Solok dan Sawahlunto.
Kepala Pelaksana BPBD Kota Padang Hendri Zulviton mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem tersebut, terutama bagi warga yang tinggal di daerah rawan banjir, longsor, maupun kawasan yang sering terdampak pohon tumbang.
Menurut Hendri Zulviton, masyarakat di Kota Padang khususnya di wilayah Lubuk Kilangan dan daerah yang berpotensi terdampak perlu lebih berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah pada dini hari hingga pagi hari.
“Kami mengimbau masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi hujan lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang. Hindari berteduh di bawah pohon besar serta perhatikan kondisi lingkungan sekitar yang berpotensi menimbulkan bahaya seperti pohon tumbang dan genangan air,” ujarnya.
BPBD Kota Padang juga terus melakukan pemantauan kondisi cuaca serta kesiapsiagaan personel untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya bencana hidrometeorologi seperti banjir, genangan air, maupun pohon tumbang.
Masyarakat diharapkan dapat terus memantau informasi resmi dari BMKG dan pemerintah daerah agar dapat mengambil langkah antisipasi yang diperlukan apabila kondisi cuaca memburuk.
(*)









Komentar