BI Luncurkan LPI 2025: Dorong Sinergi Lawan Perlambatan Ekonomi dan Dampak Bencana

Sakato.co.id – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Sumatera Barat resmi meluncurkan Laporan Perekonomian Indonesia (LPI) 2025 di Padang, Rabu (28/1/2026). Mengusung tema “Tangguh dan Mandiri: Sinergi Mendorong Pertumbuhan Ekonomi Lebih Tinggi dan Berdaya Tahan”, kegiatan ini menjadi momentum krusial bagi arah kebijakan ekonomi Ranah Minang di tengah tren perlambatan.

Kepala Perwakilan BI Sumatera Barat, Mohamad Abdul Majid Ikram, mengungkapkan bahwa meski ekonomi nasional diprediksi tetap kuat di angka 5 persen dengan inflasi terjaga, Sumatera Barat menghadapi tantangan lokal yang cukup berat.

“Kondisi ekonomi Sumbar menjadi tantangan kita bersama. Pertumbuhan kita menunjukkan tren menurun, mulai dari 4,5 persen di triwulan I, turun ke 3,9 persen, dan terakhir menyentuh angka 3,4 persen,” ujar Majid dalam sambutannya.

Majid menekankan bahwa secara historis, Sumatera Barat memiliki risiko tinggi terhadap guncangan besar, terutama bencana alam dan sisa dampak pandemi. Jika tidak dimitigasi, hal ini dikhawatirkan meninggalkan dampak struktural jangka panjang yang menghambat laju pertumbuhan.

Untuk menjawab tantangan tersebut, BI Sumbar menggandeng lembaga penelitian seperti ISE dan Universitas Negeri Padang (UNP) guna membedah strategi percepatan ekonomi yang inklusif.

“Kami fokus pada sektor-sektor yang kuat menyerap tenaga kerja, termasuk penguatan UMKM sebagai tulang punggung ekonomi kerakyatan,” tambahnya.

Rekomendasi untuk RPJM Daerah Hasil kajian yang dipresentasikan hari ini diharapkan tidak hanya menjadi dokumen akademik, tetapi menjadi kompas bagi Pemerintah Provinsi maupun Kabupaten/Kota dalam menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah (RPJM).

“Harapan kami, sinergi ini memberikan sumbangsih nyata berupa rekomendasi strategi bagi pemerintah daerah untuk memastikan ekonomi Sumbar kembali bangkit dan sejajar dengan pertumbuhan nasional,” tutup Majid.

(*)

 

Komentar