Sakato.co.id – Hingga hari kedua pencarian, Rabu (15/4/2026), satu korban yang terseret arus di Sungai Nagari Alahan Mati, Kecamatan Simpati, Kabupaten Pasaman, Provinsi Sumatera Barat, berhasil ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, sementara satu lainnya masih dinyatakan hilang.
Kepala Kantor SAR Kelas A Padang, Abdul Malik, mengatakan peristiwa nahas ini bermula sekitar pukul 17.00 WIB saat hujan lebat memicu luapan air sungai yang sangat cepat. Mobil yang dikendarai korban terjebak di tengah kepungan banjir.
“Korban berencana keluar dari mobil dengan membuka pintu untuk menyelamatkan diri. Namun, saat mencoba keluar, derasnya arus sungai justru menyeret kedua korban ke dalam aliran air,” terang Abdul Malik dalam laporannya, Selasa malam.
Operasi SAR Diterjunkan Merespons kejadian tersebut, Tim Rescue dari Pos Pencarian dan Pertolongan Pasaman langsung dikerahkan ke lokasi kejadian (LKP) pada pukul 19.20 WIB. Sebanyak enam personel diberangkatkan dengan membawa berbagai peralatan penyelamatan air.
Data dari Kantor SAR Padang mencatat terdapat dua orang korban dalam insiden tersebut. Korban pertama atas nama Meji Ardi (37) telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD). Sedangkan korban kedua, seorang perempuan bernama Dewi Hayati (50), hingga saat ini masih dalam status pencarian (DP).
Pada operasi SAR hari kedua ini, tim dibagi menjadi tiga Search and Rescue Unit (SRU) untuk mengoptimalkan penyisiran, SRU 1 melakukan pencarian di sekitar lokasi awal kejadian (Last Known Position), SRU 2 melakukan penyisiran aliran sungai menggunakan perahu rafting sejauh 2 kilometer ke arah hilir dan SRU 3 melakukan penyisiran darat di sepanjang sisi kiri dan kanan tepian sungai sejauh 2 kilometer.
Meskipun telah dilakukan upaya maksimal, Abdul Malik menyebutkan bahwa pencarian hari ini belum membuahkan hasil untuk korban kedua. Kondisi di lapangan juga dipengaruhi oleh cuaca hujan ringan dan kendala komunikasi akibat titik buta sinyal (blankspot).
“Operasi SAR hari kedua kami hentikan pada pukul 17.45 WIB dengan hasil nihil. Pencarian akan kembali dilanjutkan pada Kamis pukul 07.30 WIB,” kata dia.
Dalam operasi pencarian ini, sebanyak 79 personel gabungan dikerahkan, yang terdiri dari Pos SAR Pasaman, BPBD Kabupaten Pasaman, Polsek Bonjol, TNI, KSB Alahan Mati, serta dibantu oleh 50 orang masyarakat setempat. Alat utama yang digunakan meliputi rescue car, LCR, perahu rafting, serta peralatan evakuasi dan medis lengkap.
(*)









Komentar