Sakato.co.id – PT Pelabuhan Indonesia (Persero) atau Pelindo terus berakselerasi dalam meningkatkan layanan logistik di wilayah Sumatera Barat. Terbaru, Pelindo resmi mendatangkan satu unit alat berat Reach Stacker (RS) tambahan untuk memperkuat operasional di terminal petikemas Pelabuhan Teluk Bayur.
Langkah strategis ini diambil sebagai bentuk komitmen perusahaan dalam memacu efisiensi bongkar muat dan menjamin kelancaran arus barang bagi para pengguna jasa.
Reach Stacker merupakan alat berat vital dalam manajemen terminal yang berfungsi untuk pemindahan, penumpukan, hingga pengaturan petikemas. Kehadiran unit baru ini diprediksi akan mempersingkat waktu operasional secara signifikan serta meningkatkan standar keamanan di lapangan.
General Manager Pelindo Regional 2 Teluk Bayur, Ferrial Dunan Sidabutar, menegaskan bahwa penambahan armada ini adalah respons terhadap kebutuhan operasional yang kian dinamis.
“Kehadiran unit ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas penanganan petikemas sekaligus menjadi cadangan (back-up) krusial saat unit lain sedang dalam masa pemeliharaan,” ujar Ferrial.
Sejalan dengan visi tersebut, Manager Area PT IPC TPK Area Teluk Bayur, Erika Sudarto, menjelaskan bahwa modernisasi peralatan adalah bagian dari upaya transformasi layanan terminal agar lebih andal dan responsif terhadap kebutuhan pasar.
“Kami berkomitmen mempercepat proses di container yard dan meningkatkan fleksibilitas penanganan petikemas demi memberikan layanan terbaik bagi mitra bisnis kami,” ungkap Erika.
Meski berfokus pada kecepatan arus barang, Pelindo tidak mengesampingkan aspek Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3). Ferrial memastikan bahwa aspek keamanan tetap menjadi prioritas utama dalam setiap aktivitas operasional.
Operator Tersertifikasi: Seluruh petugas yang mengoperasikan alat berat telah dibekali kompetensi resmi.
Prosedur Ketat: Operasional wajib dijalankan sesuai standar prosedur (SOP) yang ketat guna meminimalisir risiko kecelakaan kerja.
Dengan penguatan fasilitas ini, Pelabuhan Teluk Bayur diharapkan tidak hanya memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha di Sumatera Barat, tetapi juga menjadi motor penggerak pertumbuhan kinerja pelabuhan yang berkelanjutan di masa depan.
(*)




Komentar