Terendam Banjir Luapan Sungai, Tim SAR Gabungan Evakuasi Puluhan Warga di Agam dan Padang

Sakato.co.id – Hujan deras tanpa henti yang mengguyur wilayah Sumatera Barat sejak Jumat pagi (2/1/2026) berujung mencekam. Ribuan kubik air meluap, merendam pemukiman, dan memaksa puluhan warga bertaruh nyawa di tengah terjangan banjir. Di Kabupaten Agam dan Kota Padang, Tim SAR gabungan harus bergerak cepat mengevakuasi warga yang terjebak sebelum debit air semakin tinggi.

Kondisi terparah salah satunya terpantau di Jorong Sungai Asam, Nagari Koto Kaciak, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam. Sejak pagi hari, intensitas hujan yang tinggi membuat drainase tak lagi mampu menampung debit air hingga akhirnya meluap ke rumah-rumah warga.

Tepat pukul 18.00 WIB, di bawah guyuran sisa hujan sore hari, Tim SAR gabungan melakukan aksi heroik mengevakuasi 17 warga yang terjebak di dalam rumah mereka. Dengan menggunakan seutas tali, sejumlah warga itu dievakuasi untuk diselamatkan ke tempat yang lebih aman dari derasnya air yang mengalir di pemukiman warga tersebut.

Petugas juga menyisir satu per satu bangunan untuk memastikan tidak ada warga, terutama lansia dan anak-anak, yang tertinggal.

Rasa haru dan lega terpancar dari wajah para penyintas. Salah seorang warga yang berhasil diselamatkan mengungkapkan rasa terima kasih mendalam kepada petugas.

“Terima kasih banyak kepada Tim SAR. Mereka datang tepat waktu saat air mulai masuk ke rumah. Kalau tidak, kami tidak tahu harus bagaimana,” ujarnya dengan nada bergetar.

Ternyata, amukan air tidak hanya terjadi di Agam. Di ibu kota provinsi, personel Kantor SAR Padang juga berjibaku dengan derasnya luapan Sungai Batang Kuranji. Akibat sungai yang meluap hebat, kawasan Tabiang Banda Gadang, Kecamatan Nanggalo, ikut terendam.

Kasi Ops Kantor SAR Padang, Hendri, mengonfirmasi bahwa pihaknya telah mengevakuasi sedikitnya 15 warga di lokasi tersebut.

“Curah hujan yang merata sejak pagi menyebabkan debit sungai meningkat tajam. Prioritas kami adalah keselamatan jiwa, sehingga evakuasi segera dilakukan begitu air mulai memasuki zona berbahaya,” jelas Hendri.

Hingga berita ini diturunkan, petugas masih bersiaga di lapangan mengingat cuaca yang belum sepenuhnya stabil. Warga yang berada di sepanjang aliran sungai dan daerah rawan longsor pun diimbau untuk tetap waspada dan segera melapor jika debit air kembali naik.

(*)

Komentar