Sakato.co.id – Sekolah Kristen Kalam Kudus (SKKK) Padang bekerja sama dengan NVIDIA Indonesia menyelenggarakan sesi edukasi literasi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI), Kamis (16/7/2026). Kegiatan yang mengusung tema “NVIDIA Powers the World’s AI. And Yours.” ini menyasar siswa mulai dari jenjang sekolah dasar hingga sekolah menengah atas, dengan tujuan menanamkan pemahaman dasar tentang pemanfaatan AI sejak usia dini.
Country Consumer Business Lead NVIDIA Indonesia, Adrian Lesmono, menjelaskan bahwa kolaborasi ini bermula dari undangan pihak SKKK Padang kepada NVIDIA Indonesia untuk menggelar sesi edukasi bertema literasi AI. Menurutnya, pemahaman tentang kecerdasan buatan perlu ditanamkan sejak dini karena teknologi tersebut kini telah menjadi bagian dari basis pengetahuan generasi muda, mulai dari bangku sekolah dasar hingga sekolah menengah atas.
“Kami merasa AI itu penting untuk dipahami oleh anak-anak sekolah, mulai dari sekolah dasar sampai SMA, karena basis pengetahuan mereka ke depan akan banyak bersinggungan dengan AI,” ujar Adrian.
Adrian menambahkan, pengenalan AI kepada siswa tidak dapat lagi dilakukan dengan metode pengajaran konvensional atau sekadar menggunakan papan tulis. Ia menegaskan bahwa fokus edukasi diarahkan pada bagaimana AI dapat diolah agar bermanfaat, mendorong inovasi, serta memberikan solusi nyata bagi penggunanya.
Sesi edukasi di SKKK Padang ini merupakan bagian dari rangkaian roadshow rutin yang digelar NVIDIA Indonesia di berbagai kota. Menurut Adrian, kegiatan di Padang merupakan kloter keenam dari total rencana kunjungan ke 10 hingga 15 kampus dan sekolah. Ia berharap agenda seperti ini dapat berlangsung secara berkelanjutan mengingat besarnya potensi talenta muda di kalangan pelajar.
“Kami berharap ini bisa menjadi agenda rutin. Talenta muda dari kalangan siswa itu jumlahnya sangat banyak, dan kami ingin membawa pembaruan sekaligus menginspirasi mereka untuk berani bereksperimen dengan AI,” kata Adrian.
Ia mengingatkan bahwa penggunaan AI harus dilakukan dengan cara yang benar agar tidak menimbulkan dampak negatif atau “back fire” bagi penggunanya. Dalam sesi edukasi tersebut, NVIDIA membekali siswa dengan sejumlah keterampilan praktis, di antaranya cara memanfaatkan AI untuk kebutuhan live streaming dan broadcasting, serta keterampilan sebagai kreator konten yang lebih efisien dengan bantuan AI. Selain itu, siswa juga diperkenalkan pada konsep AI agent, yakni pemanfaatan komputer dengan pendekatan baru yang jauh lebih cepat dan efektif dibandingkan cara-cara konvensional, yang menurut Adrian akan menjadi masa depan penggunaan komputer.
Sementara itu, Direktur Pelaksana SKKK Padang, Yansen Makitika, mengakui bahwa masih banyak pihak yang khawatir penggunaan AI justru akan membuat anak-anak menjadi kurang cerdas karena teknologi tersebut dianggap mempermudah proses belajar namun menghilangkan esensi pembelajaran itu sendiri.
“Secara umum banyak orang takut menggunakan AI karena khawatir anak-anak jadi tidak pintar. Bagi kami, AI memang mempermudah jalan, tapi jangan sampai menghilangkan esensi pelajaran,” ujar Yansen.
Namun demikian, ia menilai kehadiran NVIDIA yang memberikan edukasi langsung kepada para siswa justru berdampak sebaliknya. Menurut Yansen, AI tidak menghilangkan kreativitas siswa, melainkan tetap menempatkan kreativitas sebagai unsur dominan dalam proses belajar, sementara AI berperan sebagai pengganda atau multiplikator yang mempercepat dan mengefisienkan cara kerja siswa.
“Kreativitas siswa tetap menjadi hal yang dominan. Kehadiran AI justru menjadi multiplikasi, artinya kecepatan dan cara kerja mereka menjadi berlipat ganda, lebih cepat, dan lebih efisien,” kata Yansen.
Ia menegaskan bahwa kerja sama dengan NVIDIA semakin mempertegas posisi SKKK Padang sebagai sekolah digital dengan arah sistem pendidikan yang jelas ke depan. Menurutnya, edukasi AI ini juga membuka jalan bagi siswa untuk memahami arah masa depan mereka di tengah perkembangan teknologi yang begitu cepat, sehingga sekolah dapat membantu siswa mengetahui langkah selanjutnya setelah menyelesaikan studi di SKKK Padang.
Pada kesempatan yang sama, Pengurus Yayasan Kalam Kudus Indonesia Cabang Padang, Hendri Gunawan, menjelaskan bahwa pendekatan Science, Technology, Engineering, Art and Mathematics (STEAM) merupakan fondasi utama yang menjadi arah pendidikan di SKKK Padang.
“STEAM menjadi suatu kekuatan yang menjadi tujuan utama SKKK Padang. Posisi ini jelas, kami membawa anak-anak sejak awal hingga SMA agar tidak belajar secara konvensional, tetapi memahami bagaimana kendaraan pembelajaran mereka bekerja, salah satunya melalui penggunaan AI yang benar,” ujar Hendri.
Ia menambahkan bahwa prinsip sekolah bukanlah menghindari perkembangan AI, melainkan memastikan siswa memahami etika penggunaannya secara bertahap sejak dini. Menurut Hendri, edukasi AI sejak awal diarahkan agar siswa menjadikan teknologi tersebut sebagai alat bantu yang mendorong kreativitas dan inovasi, bukan sekadar sarana mencari jawaban instan.
“Kami mengedukasi anak-anak sejak awal agar AI digunakan sebagai tools yang membawa mereka pada kreativitas dan inovasi. Itulah arah kami, sekolah yang berbasis STEAM,” kata Hendri.
Ia menyebut kehadiran NVIDIA memperkuat langkah SKKK Padang dalam mengintegrasikan edukasi AI mulai dari jenjang SD, SMP, hingga SMA. Hendri berharap kolaborasi ini dapat membuka wawasan siswa bahwa AI bukan alat untuk mencontek atau sekadar mencari jawaban, melainkan teknologi yang sangat berdaya guna dan mampu memotivasi penggunanya apabila dimanfaatkan dengan cara yang tepat. Ia menegaskan bahwa fokus tersebut menjadi konsentrasi utama SKKK Padang ke depan.
Melalui sesi edukasi literasi AI ini, NVIDIA Indonesia dan SKKK Padang berharap dapat mencetak generasi muda yang tidak hanya melek teknologi, tetapi juga mampu memanfaatkan AI secara bertanggung jawab, efisien, dan berorientasi pada inovasi demi mempersiapkan masa depan pendidikan berbasis digital di Indonesia.
(*)









Komentar