Suasana Haru dan Tawa Sambut 390 Jemaah Haji Kloter 09 Asal Solok Raya di Bandara Minangkabau

Sakato.co.id – Kerinduan pada kampung halaman akhirnya terobati. Setelah lebih dari 40 berada di Tanah Suci, jemaah haji Kloter 09 Debarkasi Padang tiba kembali di Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Sabtu (13/6/2026).

Pesawat Garuda Indonesia GA3809 yang mengangkut jemaah Kloter 09 menggunakan armada Boeing 777 mendarat mulus di BIM pada pukul 10.30 WIB setelah lepas landas dari Bandara Jeddah pada Jumat (12/6/2026) pukul 01.25 WIB.

Wajah-wajah lelah penuh cahaya selama berminggu-minggu menjalani rangkaian ibadah kini berganti dengan senyum lega. Sebagian jemaah tampak tak henti mengucap syukur, sementara yang lain antusias setelah pulang ke Ranah Minang yang selalu di rindukan.

Kedatangan asal Solok Raya itu disambut langsung Wali Kota Solok, Ramdhani Kirana Putra, bersama Kepala Bidang Pelayanan Haji Kanwil Kemenhaj Sumatera Barat, Yudi Hidayat, serta jajaran pemerintah daerah dari Kota Solok, Kabupaten Solok, dan Solok Selatan.

Setibanya di ruang kedatangan, Ramdhani menyapa dan menyalami jemaah satu per satu. Ia menyampaikan ucapan selamat datang sekaligus rasa syukur atas kepulangan para tamu Allah yang telah menuntaskan rangkaian ibadah haji.

“Selamat datang kembali di Tanah Air. Semoga seluruh jemaah memperoleh haji yang mabrur dan kembali dalam keadaan sehat serta membawa keberkahan bagi keluarga dan daerah masing-masing,” ujar Ramdhani.

Di tengah suasana haru penyambutan, Wali Kota Solok juga sempat mencairkan suasana dengan guyonan khas Minang. Menurutnya, setelah berminggu-minggu berada di Arab Saudi, para jemaah tentu sudah merindukan masakan kampung halaman.

“Bapak dan Ibu lah taragak jo sambalado, samba jarian (sudah kangen dengan sambal lado dan samba jariang). Kami sudah sediakan untuk bapak ibu semua nanti kita makan sama-sama,” katanya disambut senyum dan tawa para jemaah.

Candaan itu sontak menghangatkan suasana. Setelah lebih dari sebulan berada di Tanah Suci, kerinduan terhadap keluarga rupanya berjalan beriringan dengan kerinduan pada cita rasa khas Minangkabau yang selama ini hanya hadir dalam ingatan.

Ramdhani juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh petugas haji yang telah mendampingi dan melayani jemaah sejak keberangkatan hingga kembali ke tanah air.

Menurutnya, pelayanan yang baik menjadi salah satu faktor penting yang mendukung kelancaran pelaksanaan ibadah haji para jemaah.

Sementara itu, Kepala Bidang Pelayanan Haji Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Sumatera Barat, Yudi Hidayat, menjelaskan Kloter 09 membawa total 390 jemaah dan petugas.

Kloter ini terdiri atas 140 jemaah asal Kota Solok, 194 jemaah Kabupaten Solok, 42 jemaah Solok Selatan, tujuh jemaah Padang Panjang, satu jemaah Payakumbuh, dan satu jemaah asal Kota Padang, ditambah petugas penyelenggara ibadah haji.

“Alhamdulillah seluruh jemaah dan petugas tiba dengan selamat. Setelah proses kedatangan di bandara selesai, jemaah langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Padang untuk mengikuti proses penerimaan debarkasi sebelum kembali ke daerah masing-masing,” kata Yudi.

Dikatakan Yudi, Kloter 09 didampingi Ketua Kloter Omafahmi, Pembimbing Ibadah Zul Apendi, Dokter Riskia Putri, Perawat Belia Elfitriyani, serta Petugas Haji Daerah Nanda Dona M dan Miftahul Iqbal.

Ia juga menjelaskan dalam kloter ini terdapat satu jemaah tanazul atau mutasi masuk dari Kloter 13 atas nama Andriana Jayusman Jama (67), asal Kota Padang, yang bergabung ke Kloter 09 karena alasan kesehatan.

Selain itu, Kloter 09 juga membawa 95 jemaah lanjut usia berusia 65 tahun ke atas yang turut menjalani proses pemulangan dengan lancar.

Yudi menambahkan, dengan kedatangan Kloter 09, jumlah jemaah dan petugas Debarkasi Padang yang telah kembali ke Tanah Air sejak Kloter 01 hingga Kloter 09 mencapai 3.515 orang.

Setelah tiba di BIM, para jemaah langsung diberangkatkan menuju Asrama Haji Embarkasi Padang dan dijadwalkan tiba sekitar pukul 12.45 WIB untuk mengikuti proses penerimaan akhir sebelum melanjutkan perjalanan ke daerah asal masing-masing.

Menutup penyambutannya, Ramdhani mengingatkan bahwa kemabruran haji tidak berhenti di Tanah Suci, tetapi harus tercermin dalam kehidupan sehari-hari setelah kembali ke tengah masyarakat.

Ia berharap seluruh jemaah dapat menjadi teladan di lingkungan masing-masing serta membawa semangat ibadah, kejujuran, dan kepedulian sosial yang diperoleh selama menjalankan ibadah haji.

(*)

Komentar