Sempat Terjebak di Dua Jorong, Ratusan Warga Sungai Batang Agam Selamat dari Banjir

Sakato.co.id – Operasi Pencarian dan Pertolongan (SAR) terhadap bencana banjir akibat luapan dan jebolnya tanggul Sungai Batang Tumayo di Nagari Sungai Batang, Kecamatan Tanjung Raya, Kabupaten Agam, resmi ditutup pada Minggu (19/7/2026) pagi. Sebanyak kurang lebih 450 warga yang terdampak dilaporkan selamat dan sebagian besar sudah kembali ke rumah masing-masing.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan (SAR) Kelas A Padang, Abdul Malik, menjelaskan bahwa kondisi air di lokasi bencana terpantau sudah mulai surut sejak subuh, sekitar pukul 05.40 WIB. Situasi yang berangsur aman membuat warga yang sempat mengungsi memilih kembali untuk membersihkan kediaman mereka.

“Karena air sudah surut dan situasi di lokasi banjir dinyatakan kondusif, pada pukul 06.00 WIB tadi kami bersama seluruh unsur SAR gabungan telah melaksanakan debriefing penutupan operasi dan seluruh personel dikembalikan ke satuan masing-masing,” ungkap Abdul Malik, Minggu pagi.

Berdasarkan data rekapitulasi akhir dari Kantor SAR Padang, banjir luapan ini berdampak pada dua jorong di Nagari Sungai Batang, yakni Jorong Kabu (sebelumnya ditulis Jorong Kabu/Kubu) dan Jorong Labuah.

Begitu tiba di lokasi pada Sabtu (18/7) malam sekitar pukul 21.00 WIB, tim rescuer langsung bergerak membagi fokus penanganan. Di Jorong Kabu, tercatat ada sekitar 200 warga yang melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman. Sementara di Jorong Labuah, terdapat sekitar 243 warga yang juga melakukan langkah penyelamatan mandiri.

Namun, ketegangan sempat terjadi pada pukul 22.05 WIB ketika petugas mendapati adanya warga yang terjebak di tengah kepungan banjir di Jorong Labuah.

“Tim SAR Gabungan bergerak cepat melakukan evakuasi dinamis terhadap 7 warga yang terjebak di Jorong Labuah. Alhamdulillah, seluruhnya berhasil dievakuasi dalam keadaan selamat,” tambah Abdul Malik.

Total korban selamat dari dua jorong yang terdampak luapan Sungai Batang Tumayo ini mencapai kisaran 450 jiwa, dan nihil laporan adanya korban jiwa maupun luka-luka.

Keberhasilan operasi penyelamatan malam tadi tidak terlepas dari kerja keras tim gabungan di lapangan. Pasalnya, proses evakuasi yang berlangsung hingga dini hari tersebut sempat terhambat oleh cuaca hujan yang terus mengguyur serta minimnya penerangan di area terdampak banjir.

Aksi tanggap darurat ini sukses terlaksana berkat sinergitas solid dari berbagai unsur, mulai dari Unit Siaga SAR (USS) Agam, BPBD Kabupaten Agam, TNI/Polri, PMI, perangkat kecamatan dan nagari, Tagana, Kampung Siaga Bencana (KSB), hingga masyarakat setempat.

(*)

Komentar