Sakato.co.id – Operasi pencarian terhadap Zahir (11), bocah laki-laki yang hanyut saat mandi-mandi di Sungai Batang Kuranji, kawasan Air Tawar Barat, Kota Padang, akhirnya membuahkan hasil. Tim SAR gabungan menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia pada pencarian hari kedua, Minggu (16/8/2026) pagi.
Jenazah korban ditemukan sekitar pukul 08.15 WIB, tak jauh dari lokasi awal dilaporkan hilang (Last Known Position/LKP).
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Padang, Abdul Malik, mengonfirmasi penemuan jasad korban setelah tim SAR gabungan melanjutkan penyisiran sejak pukul 07.00 WIB dengan luas area pencarian mencapai 2 nautical miles (NM).
“Korban ditemukan pada koordinat 0°54’18.27″S – 100°20’35.68″T, sekitar 150 meter ke arah barat daya dari lokasi awal kejadian. Saat ditemukan, korban dalam keadaan meninggal dunia,” ujar Abdul Malik.
Usai dievakuasi oleh tim gabungan dari dasar/permukaan sungai, jenazah bocah SD tersebut langsung dibawa ke rumah duka di Air Tawar Barat untuk diserahkan kepada pihak keluarga.
Sebelumnya, peristiwa naas tersebut terjadi pada Sabtu (15/8/2026) sekitar pukul 13.00 WIB. Korban bersama teman-temannya tengah mandi-mandi di aliran Sungai Batang Kuranji tersebut. Sekitar pukul 13.15 WIB, korban tenggelam dan terseret arus deras hingga gagal diselamatkan oleh warga sekitar.
Pencarian hari kedua melibatkan puluhan personel dari berbagai unsur, di antaranya Kantor SAR Padang, Polairud, Polsek, Brimob, Koramil, BPBD Kota Padang, Damkar, Satpol PP Linmas, Gurila Rescue, aparatur kecamatan dan kelurahan, serta masyarakat setempat.
Dengan ditemukannya korban, operasi pencarian dan pertolongan secara resmi diusulkan untuk ditutup.
“Setelah korban berhasil dievakuasi ke rumah duka, kami menggelar debriefing bersama seluruh unsur yang terlibat pada pukul 09.05 WIB. Operasi SAR resmi diusulkan selesai dan ditutup, seluruh personel dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” pungkas Abdul Malik.
(*)





Komentar