Sambut Dies Natalis ke-70, UNAND Hadirkan dr. Aisah Dahlan Bahas Keseimbangan Karier dan Keluarga

Sakato.co.id – Kesuksesan sejati tidak hanya diukur dari tingginya jabatan, rentetan prestasi akademik, atau gemilangnya perjalanan karier semata. Di balik setiap pencapaian profesional, ada peran keluarga yang membutuhkan alokasi waktu, perhatian, komunikasi intensif, serta kehadiran yang utuh.

Pesan mendalam tersebut menjadi sorotan utama dalam Seminar Dies Natalis ke-70 Universitas Andalas (UNAND) bertema “Menyeimbangkan Peran Akademik, Profesional, dan Keluarga” yang berlangsung di Auditorium UNAND, Padang, Kamis (20/8/2026).

Kegiatan yang menghadirkan praktisi medis sekaligus pemerhati keluarga, dr. Aisah Dahlan, sebagai narasumber utama ini turut dihadiri Rektor UNAND Efa Yonnedi, Ph.D., Ketua Dekranasda Sumatera Barat Harneli Bahar, Ketua Panitia Dies Natalis Dr. Rendra, serta ratusan civitas akademika, pendidik, dan orang tua.

Rektor UNAND Efa Yonnedi menegaskan, tema yang diusung sangat krusial bagi kehidupan insan akademik dan profesional yang sehari-hari dihadapkan pada tuntutan produktivitas tinggi. Namun, di tengah kesibukan tersebut, tanggung jawab terhadap keluarga tetap menjadi amanah utama.

“Tujuh puluh tahun bukanlah perjalanan singkat. Tujuh dekade UNAND telah menjadi bagian penting dalam perjalanan pendidikan tinggi, pembangunan daerah, dan kemajuan bangsa,” ujar Efa.

Ia menekankan bahwa UNAND tidak ingin membangun reputasi sebagai institusi maju dengan mengorbankan kualitas kehidupan keluarga para pegawainya. Kampus, menurutnya, harus menciptakan lingkungan kondusif yang memungkinkan insan akademik berkembang secara profesional sekaligus memiliki ruang untuk membina keluarga yang solid.

“Universitas yang hebat bukan hanya melahirkan manusia yang unggul secara intelektual, tetapi juga insan yang memiliki karakter, empati, integritas, dan keseimbangan dalam menjalani kehidupan,” tegas Rektor.

Pandangan senada disampaikan dr. Aisah Dahlan. Dalam paparan kategorisnya mengenai neuroparenting, psikologi anak, dan komunikasi keluarga, ia mengingatkan agar keseriusan membangun karier tidak membuat interaksi di rumah menjadi terabaikan.

“Kita sering memberikan yang terbaik untuk pekerjaan, tetapi waktu dan perhatian untuk keluarga justru menjadi yang terkecil. Jangan sampai keluarga hanya kebagian sisa waktu dan energi,” tutur dr. Aisah.

Ia menambahkan, keluarga bukan sekadar tempat pulang setelah lelah bekerja, melainkan sumber kekuatan utama, ruang aman, dan benteng dukungan dalam menghadapi berbagai tantangan zaman.

Sementara itu, Ketua Dekranasda Sumbar Harneli Bahar mengapresiasi edukasi yang diberikan dr. Aisah Dahlan. Menurutnya, pemahaman mengenai ketahanan keluarga sangat penting untuk membangun rumah tangga yang harmonis hingga akhirat serta mencetak generasi yang saleh dan salehah.

Ketua Panitia Dies Natalis ke-70 UNAND, Dr. Rendra, berharap seminar ini memberikan bekal aplikatif bagi seluruh peserta. Momentum 70 tahun UNAND ini ditegaskannya sebagai langkah reflektif: membangun universitas unggul harus berjalan seiring dengan membentuk insan yang humanis dan mampu menjaga keutuhan keluarganya.

(*)

Komentar