Sakato.co.id – Memperingati Hari Kekayaan Intelektual (KI) Sedunia atau World Intellectual Property Day 2026, Kantor Wilayah Kementerian Hukum Sumatera Barat (Kanwil Kemenkum Sumbar) menggelar aksi “jemput bola” di kawasan Car Free Day (CFD) Jalan Rasuna Said, Kota Padang, Minggu (26/4/2026).
Langkah ini dilakukan untuk mendekatkan layanan negara kepada masyarakat, khususnya pelaku UMKM, agar lebih sadar akan pentingnya perlindungan hukum atas karya dan inovasi mereka.
Kepala Divisi Pelayanan Hukum (Kadivyankum) Kanwil Kemenkum Sumbar, Lista Widyastuti, menjelaskan bahwa kegiatan ini dilaksanakan serentak di seluruh wilayah Indonesia sesuai instruksi pusat.
“Kami ingin hadir di tengah masyarakat untuk memberikan layanan konsultasi dan pendampingan pendaftaran kekayaan intelektual secara langsung. Hari ini, beberapa pelaku UMKM sudah berkonsultasi mengenai pendaftaran merek mereka,” ujar Lista di sela-sela kegiatan.
Ia menambahkan, bagi masyarakat yang telah berkonsultasi di lokasi CFD, pihaknya akan memberikan pendampingan lanjutan pada hari kerja di Kantor Wilayah untuk memastikan proses pendaftaran berjalan lancar.
Selain layanan formal, stand Kemenkum Sumbar juga diramaikan dengan berbagai games interaktif. Strategi ini dipilih untuk memecah kekakuan informasi hukum agar lebih mudah dipahami oleh pengunjung CFD dari berbagai kalangan.
“Melalui permainan ini, masyarakat bisa lebih paham apa itu kekayaan intelektual sejak dini. Kami juga menginformasikan bahwa pendaftaran sebenarnya sudah bisa dilakukan secara mandiri melalui website Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual (DJKI),” jelasnya.
Namun, Lista menyadari bahwa tidak semua lapisan masyarakat memiliki literasi digital yang sama. Oleh karena itu, Kanwil Kemenkum Sumbar berkomitmen membantu mengunggah dokumen dan memenuhi persyaratan yang diperlukan bagi warga yang kesulitan mengakses sistem digital secara mandiri.
Kegiatan di CFD ini merupakan rangkaian awal sebelum menuju puncak perayaan yang dijadwalkan pada Senin, 27 April 2026. Yang berlokasi di LLDIKTI Wilayah X, nantinya acara puncak akan diisi dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama yang akan melibatkan seluruh Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di Sumatera Barat.
Kemudian Talk Show Tematik dengan mengangkat tema “Campus to Impact” untuk mendorong hilirisasi hasil riset dan inovasi dari dunia akademik menjadi produk yang terlindungi secara hukum.
“Besok adalah puncaknya. Kami berkolaborasi dengan LLDIKTI untuk memastikan kampus-kampus di Sumbar menjadi motor penggerak kekayaan intelektual yang berdampak nyata bagi masyarakat,” pungkas Lista.
(*)








Komentar