Sakato.co.id – Bencana banjir bandang (galodo) disertai longsoran material berupa batu, pasir, dan lumpur menerjang kawasan Komplek Perkantoran Pemda Kabupaten Solok di Arosuka pada Senin (21/9/2026) malam sekitar pukul 20.00 WIB. Tingginya intensitas hujan sejak sore hari memicu pergerakan material dari perbukitan di belakang komplek perkantoran Pemkab Solok hingga meluap dan memutus total akses jalan lintas utama Padang–Solok.
Merespons kondisi darurat tersebut, jajaran TNI bergerak cepat mengerahkan ratusan personel gabungan ke lokasi bencana sejak Selasa (22/9/2026) dini hari.
Komandan Korem (Danrem) 032/Wirabraja, Brigjen TNI Aji Mimbarno, S.A.P., M.A., menegaskan bahwa jajarannya dari Kodim 0309/Solok dan Batalyon TP 951/PM telah diperintahkan untuk mengambil tindakan penanganan cepat di lapangan tanpa birokrasi yang berbelit.
“TNI selalu berada di barisan terdepan saat rakyat membutuhkan. Tanpa menunggu perintah panjang, personel Kodim 0309/Solok dan Yon TP 951/PM langsung bergerak ke lokasi sejak awal kejadian. Mengabdi untuk rakyat adalah tugas utama kami, baik saat kondisi damai maupun saat penanganan bencana,” tegas Brigjen TNI Aji Mimbarno saat dikonfirmasi, Selasa (22/9/2026).
Kerahkan Alat Berat dan Fokus Operasi Penyelamatan
Dalam operasi tanggap darurat ini, lebih dari 120 personel gabungan TNI diterjunkan ke titik-titik krusial, terdiri dari 60 personel Kodim 0309/Solok dan 90 personel Batalyon TP 951/PM. Pengerahan pasukan ini berkoordinasi erat dengan unsur Brimob, Polres Solok, serta BPBD setempat.
Guna mempercepat pembersihan material galodo yang menutup badan jalan utama, Kodim 0309/Solok menepis endapan lumpur dan bebatuan menggunakan tiga unit alat berat, yaitu satu unit excavator, satu unit wheel loader, dan satu unit beko dozer.
Fokus utama petugas di lapangan saat ini terbagi menjadi tiga prioritas:
1. Pembersihan material galodo di jalan lintas nasional Padang–Solok agar akses transportasi dapat kembali terbuka.
2. Pelaksanaan operasi pencarian dan pertolongan (SAR) terhadap dua orang warga yang dilaporkan hilang.
3. Pembersihan material lumpur serta sisa longsoran yang menerjang pemukiman warga di sekitar lokasi.
Imbauan Jalur Alternatif dan Kewaspadaan Masyarakat
Mengingat jalur utama Padang–Solok belum dapat dilalui secara normal akibat tertutup material longsor, Danrem 032/Wirabraja mengimbau masyarakat pengguna jalan untuk mengalihkan rute perjalanan dan mengutamakan keselamatan.
“Masyarakat diimbau untuk sementara waktu menggunakan jalur alternatif Jalan Lingkar Pintu Angin secara tertib dan bersabar. Hindari mendekati area yang rawan longsor susulan, serta pastikan selalu memantau informasi resmi dari pihak berwenang di lapangan,” pungkasnya.
(*)








Komentar