Sakato.co.id – Stadion GOR Haji Agus Salim menjadi panggung pembuktian bagi tim kebanggaan ibu kota, PSP Padang. Dalam laga pembuka Liga 4 PSSI Sumatera Barat 2025/2026 yang berlangsung Kamis (22/1/2026), tim berjuluk “Pandeka Minang” ini sukses menjinakkan perlawanan sengit sang juara bertahan dua musim berturut-turut, Josal FC, dengan skor tipis 2-1.
Baru saja peluit tanda dimulainya pertandingan ditiup, PSP Padang langsung menunjukkan taringnya. Saat laga baru memasuki menit ke-6, stadion bergemuruh. Feruzen Maulana (No. 8) melepaskan sebuah tendangan placing cantik dari luar kotak penalti setelah menerima umpan matang. Bola yang mengarah ke sudut kiri gawang tak mampu dijangkau kiper Josal FC, mengubah skor seketika menjadi 1-0 untuk keunggulan Pandeka Minang.
Tertinggal satu gol, Josal FC tidak tinggal diam. Sang juara bertahan mencoba membombardir pertahanan PSP melalui serangan sayap. Namun, kedisiplinan barisan belakang Pandeka Minang membuat setiap umpan silang lawan termentahkan sebelum sempat menjadi ancaman serius.
Tensinya pun kian memanas menjelang turun minum. Menit ke-42, sebuah benturan keras terjadi saat Renggo (No. 11) dari Josal FC berupaya merebut bola dari kaki Feruzen. Akibat tekel yang terlambat, wasit terpaksa merogoh saku dan memberikan kartu kuning kepada Renggo. Hingga 2 menit tambahan waktu babak pertama usai, keunggulan 1-0 tetap bertahan.
Memasuki paruh kedua, strategi permainan berubah. Kedua tim memperagakan permainan terbuka yang membuat penonton menahan napas. Pada menit ke-57, Lugas (No. 10) nyaris menggandakan keunggulan PSP Padang melalui tendangan placing serupa gol pertama, namun kali ini barisan pertahanan Josal FC mampu melakukan blok krusial menggunakan kepala.
Gol yang dinanti PSP Padang akhirnya tercipta kembali di menit ke-73. Melalui skema serangan sayap kanan yang rapi, sebuah umpan lambung dikirim ke jantung pertahanan Josal. Carel (No. 7) yang berdiri bebas menyambut bola dengan sundulan tajam yang tak mampu ditepis oleh Syamsul Arifin. Papan skor pun berubah menjadi 2-0.
Dalam kondisi tertekan, Josal FC mendapatkan “nafas buatan” di menit ke-78. Sebuah kemelut terjadi ketika kiper PSP Padang, Rafiq, terlambat mengantisipasi bola dan justru menjatuhkan pemain sayap Josal FC di area terlarang.
Harun La Ode (No. 19) yang maju sebagai eksekutor penalti menjalankan tugasnya dengan dingin. Meski arah bola tertebak oleh Rafiq, derasnya tendangan ke sisi kiri gawang tetap bersarang di jala PSP Padang. Skor menipis menjadi 2-1.
Wasit memberikan tambahan waktu 4 menit di penghujung laga. Josal FC berusaha sekuat tenaga mencari gol penyeimbang, namun hingga peluit panjang dibunyikan, skor 2-1 untuk kemenangan PSP Padang tidak berubah.
Kemenangan ini menjadi modal berharga bagi PSP Padang sekaligus sinyal peringatan bagi tim lain bahwa “Pandeka” telah kembali. Sementara bagi Josal FC, kekalahan ini menjadi evaluasi besar dalam misi mereka mempertahankan gelar di Liga 4 musim ini.
(*)









Komentar