Pesta Gol, PSPP Padang Panjang Lumat Batang Anai FC 5-0

Sakato.co.id – Kejutan besar terjadi di rumput hijau Stadion H. Agus Salim, Padang, Kamis sore (22/1/2026). Tim legendaris Batang Anai FC, yang punya sejarah mentereng tiga kali menembus level nasional, dipaksa bertekuk lutut oleh keganasan lini serang PSPP Padang Panjang dengan skor mencolok, 5-0.

Sejak peluit kick-off dibunyikan pada pukul 16.00 WIB, PSPP Padang Panjang langsung mengambil inisiatif serangan. Meski sempat kesulitan memecah kebuntuan di awal laga, kran gol akhirnya terbuka pada menit ke-38 melalui aksi Bima. Skor 1-0 bertahan hingga turun minum.

Memasuki babak kedua, stamina pemain Batang Anai FC tampak mulai kedodoran. Celah ini dimanfaatkan habis-habisan oleh anak asuh Dian Rama Saputra. Bintang lapangan, Julian Mancini, tampil gemilang dengan memborong dua gol (menit 62′ dan 85′). Pesta gol semakin lengkap lewat sumbangan gol dari Jimmy TB (68′) dan ditutup dengan manis oleh Sendi Maulana tepat satu menit sebelum waktu normal berakhir (89′).

Meski menang telak, Pelatih Kepala PSPP Padang Panjang, Dian Rama Saputra, enggan jemawa. Ia menyoroti mentalitas pemainnya yang sempat terburu-buru di babak pertama.

“Kami bersyukur atas perjuangan pemain. Tapi ini baru awal, kompetisi masih panjang. Masih banyak PR, terutama masalah finishing. Tadi di babak pertama pemain terlalu bernafsu mencetak gol hingga buntu, itu bisa menjadi bumerang,” ungkap Dian seusai laga.

Di kubu lawan, kekalahan ini menjadi pukulan telak bagi Batang Anai FC. Pelatih Kepala Aminuddin mengakui bahwa minimnya masa persiapan dan kondisi fisik pemain menjadi penyebab utama gawang mereka lumbung gol.

“Jujur, stamina kami habis. Kami bahkan masih dalam tahap mengenal karakter pemain karena persiapan yang sangat mepet. Tapi, melawan tim sekelas PSPP Padang Panjang adalah acuan berharga bagi kami ke depan,” jelas Aminuddin.

Meski terjungkal di laga perdana, semangat sang timnya belum padam. Aminuddin menegaskan sejarah panjang timnya di kancah nasional akan menjadi motivasi untuk bangkit di laga-laga berikutnya.

“Batang Anai seperti roda pedati, ada kalanya di atas, ada kalanya di bawah. Hari ini kami di bawah, tapi kami belum menyerah dan tetap siap bertarung!” pungkasnya dengan nada optimis.

(*)

Komentar