Sakato.co.id – Tim SAR Gabungan berhasil menemukan satu orang korban kecelakaan kapal jenis Man Overboard (MOB) di Perairan Pasapuat, Kabupaten Kepulauan Mentawai, pada hari ketiga pelaksanaan Operasi SAR, Selasa (3/11/2026). Korban ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada koordinat 2°20’1.72”S 99°43’39.30”E dan selanjutnya dievakuasi menuju Desa Beriulou. Sementara itu, satu korban lainnya masih dalam pencarian.
Kecelakaan tersebut melibatkan satu unit speedboat bermesin 5 PK yang dilaporkan hilang saat melakukan perjalanan dari Mapinang menuju Beriulou pada Sabtu (31/10/2026). Dua orang yang berada di dalam speedboat tersebut diketahui bernama Pidar (50 tahun) dan Aloisius (40 tahun), keduanya berjenis kelamin laki-laki.
Berdasarkan kronologi kejadian, pada Sabtu (31/10/2026) sekitar pukul 16.00 WIB, dua unit speedboat yang masing-masing membawa dua orang berangkat dari Mapinang menuju Beriulou. Dalam perjalanan, kedua speedboat tersebut terpisah akibat kondisi cuaca buruk disertai badai. Sekitar pukul 21.00 WIB, satu unit speedboat berhasil tiba di Beriulou, sedangkan satu unit lainnya belum diketahui keberadaannya.
Pada Minggu (1/11/2026) sekitar pukul 08.00 WIB, sebuah perahu nelayan menemukan speedboat yang dilaporkan hilang di Perairan Pasapuat. Informasi tersebut kemudian disampaikan oleh Kepala Desa Beriulou, Gedalias, kepada Kantor SAR Mentawai untuk meminta bantuan pencarian dan pertolongan terhadap kedua orang yang berada di dalam kapal tersebut.
Memasuki hari ketiga operasi, Tim Rescue Kantor SAR Mentawai bersama unsur SAR gabungan kembali melaksanakan pencarian dengan membagi kekuatan ke dalam beberapa Search and Rescue Unit (SRU), baik melalui jalur laut maupun darat.
Pada pukul 07.00 WIB, Tim Rescue Kantor SAR Mentawai dengan menggunakan RIB 02 Mentawai dan membawa sembilan personel bergerak dari Dermaga Tuapejat menuju area pencarian. Penyisiran dilaksanakan pada Area 1 dengan luas area pemetaan sekitar 934 NM² dan fokus pencarian seluas 120 NM².
Pada waktu yang bersamaan, nelayan yang tergabung dalam operasi SAR turut melaksanakan penyisiran pada area pemetaan seluas 100 NM². Sementara itu, SRU Darat Kantor SAR Mentawai yang terdiri dari lima personel menggunakan kendaraan Rescue D-Max bergerak menuju area pencarian untuk melaksanakan penyisiran di sepanjang pesisir pantai.
Selanjutnya, pada pukul 07.05 WIB, SRU Darat bergerak melaksanakan penyisiran sesuai dengan sektor yang telah ditentukan.
Pada pukul 09.50 WIB, Petugas Komunikasi Kantor SAR Mentawai menerima informasi dari Tim SAR Gabungan bahwa satu orang korban telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia (MD) pada koordinat 2°20’1.72”S 99°43’39.30”E. Korban kemudian dievakuasi menuju Desa Beriulou untuk proses penanganan dan penyerahan kepada pihak keluarga.
Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai, Benteng Hilton Telaumbanua, menyampaikan bahwa penemuan satu korban tersebut merupakan hasil pelaksanaan operasi pencarian yang melibatkan berbagai unsur SAR gabungan serta dukungan masyarakat dan nelayan setempat.
“Pada hari ketiga pelaksanaan Operasi SAR, tim SAR gabungan berhasil menemukan satu orang korban dalam kondisi meninggal dunia dan telah dievakuasi menuju Desa Beriulou. Kami menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur SAR gabungan, nelayan, serta masyarakat yang telah berpartisipasi dan membantu pelaksanaan pencarian. Sementara itu, upaya pencarian terhadap satu korban lainnya akan terus dilaksanakan dengan mengoptimalkan seluruh potensi dan sarana yang tersedia,” ujar Benteng.
Ia juga mengimbau seluruh personel dan potensi SAR yang terlibat agar tetap memperhatikan kondisi cuaca serta mengutamakan keselamatan selama pelaksanaan operasi.
Dalam operasi pencarian hari ketiga ini, unsur SAR gabungan yang terlibat terdiri dari 11 personel Tim Rescue Kantor SAR Mentawai, Lanal Kepulauan Mentawai, Pos TNI AL Simaubuk, Pos TNI AL Sikakap, Polairud, Polsek Sipora, Polsek Sikakap, nelayan, serta masyarakat setempat.
Adapun sarana dan peralatan yang digunakan meliputi Rescue D-Max 01 dan 02, RIB 02 Mentawai, kapal nelayan, alat komunikasi, peralatan navigasi, peralatan evakuasi, peralatan medis, telepon satelit, Starlink, serta Personal Locator Beacon (PLB).
Berdasarkan informasi cuaca di sekitar area pencarian, kondisi dilaporkan mendung dengan kecepatan angin sekitar 10 knot dan tinggi gelombang berkisar antara 1 hingga 1,5 meter.
Kantor Pencarian dan Pertolongan Mentawai bersama seluruh unsur SAR gabungan akan terus melaksanakan upaya pencarian terhadap satu korban yang masih dinyatakan dalam pencarian (DP), dengan mempertimbangkan hasil evaluasi operasi, perkembangan informasi di lapangan, serta kondisi cuaca.
(*)




Komentar