Pemko Padang Serahkan Bantuan BSTT untuk Korban Kebakaran di Lubuk Begalung

Sakato.co.id — Pemerintah Kota Padang menunjukkan kepedulian nyata terhadap warganya yang tertimpa musibah. Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, menyerahkan secara langsung Bantuan Sosial Tidak Terduga (BSTT) kepada korban kebakaran rumah yang berada di Jalan Raya Banuaran, Kelurahan Banuaran Nan XX, Kecamatan Lubuk Begalung, Selasa (7/7/2026).

Bantuan utama berupa uang tunai sebesar Rp10 juta diserahkan langsung kepada pemilik rumah, Irka Puspa Dewi (45). Tak hanya itu, sinergi instansi vertikal juga melengkapi bantuan ini; BAZNAS Kota Padang turut menyalurkan bantuan tunai sebesar Rp1.500.000, sementara BPBD Kota Padang mendistribusikan bantuan logistik berupa perlengkapan mandi serta perabot rumah tangga.

Penyerahan bantuan ini turut dihadiri oleh Kalaksana BPBD Hendri Zulviton, Kepala Dinas Sosial Eri Sendjaya, Camat Lubuk Begalung Ikrar Prakarsa, serta perwakilan dari Dinas Pemadam Kebakaran, BPKAD Kota Padang, BAZNAS Kota Padang, dan unsur Forkopimca setempat.

Kronologi dan Dampak Musibah

Musibah kebakaran tersebut diketahui terjadi pada 12 Mei 2026 lalu, yang menghanguskan sebagian besar area lantai dua rumah korban. Diduga kuat, api dipicu oleh adanya korsleting (hubungan arus pendek) listrik.

Meskipun tidak ada korban jiwa, kerugian materiil ditaksir mencapai puluhan juta rupiah menyusul hangusnya sejumlah fasilitas rumah tangga seperti kasur, lemari, pintu, hingga unit sepeda.

“Musibah ini merupakan ujian dari Allah SWT. Sebagaimana firman Allah SWT, kehidupan dan kematian diciptakan untuk menguji hamba-Nya. Mari kita berserah diri, bersabar, dan ikhlas dalam menghadapi setiap ujian yang diberikan Allah SWT,” ungkap Wawako Maigus Nasir di sela-sela penyerahan.

Imbauan Kewaspadaan Menghadapi Musim Kemarau

Mengingat wilayah Kota Padang mulai memasuki dinamika cuaca yang kering, Maigus Nasir memanfaatkan momentum ini untuk mengingatkan seluruh warga agar memperketat kewaspadaan mandiri di lingkungan rumah masing-masing.

Berdasarkan prediksi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), puncak musim kemarau diperkirakan akan berlangsung sepanjang Juli hingga Agustus 2026. Kondisi cuaca ini meningkatkan risiko terjadinya kebakaran jika masyarakat lengah.

“Kami mengimbau masyarakat agar selalu memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman, tidak meninggalkan peralatan elektronik yang masih terhubung dengan arus listrik, berhati-hati dalam penggunaan kompor gas, serta mewaspadai berbagai sumber yang dapat memicu kebakaran,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Wakil Wali Kota menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada seluruh jajaran lingkungan Pemko, instansi sosial, hingga masyarakat sekitar yang bergerak cepat dalam penanganan pasca-kebakaran maupun penyaluran dukungan moral-materiil bagi keluarga korban.

“Semoga segala kebaikan yang telah diberikan menjadi amal ibadah dan dibalas dengan pahala yang berlipat ganda oleh Allah SWT. Kita berharap ke depan tidak ada lagi musibah serupa yang terjadi di Kota Padang,” pungkas Maigus Nasir.

Komentar