Sakato.co.id – Kota Padang menjadi salah satu kota di Sumatera yang ditunjuk Pemerintah Pusat sebagai pilot project digitalisasi penyaluran bantuan sosial.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir saat membuka secara resmi Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Kecamatan Lubuk Kilangan Tahun 2027, yang berlangsung di Gedung Serba Guna (GSG) PT Semen Padang, Senin (9/2/2026).
Ia juga mengatakan, melalui sistem ini, data penerima bantuan seperti Program Keluarga Harapan (PKH) akan diverifikasi secara digital.
“Kita akan menyiapkan sekitar 4.000 agen untuk membantu masyarakat dalam proses pendataan melalui aplikasi. Nantinya, masyarakat dapat mengisi data secara mandiri, dan sistem akan menentukan kategori kesejahteraan berdasarkan Data Terpadu Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) dalam beberapa desil,” jelasnya.
Dengan sistem ini jumlah penerima bantuan dapat berubah sesuai kondisi riil di lapangan, seiring dengan meningkatnya kesejahteraan masyarakat. Dengan demikian pemerintah bisa memberikan kepada masyarakat yang berhak dan belum mendapatkan bantuan sebelumya.
“Melalui digitalisasi ini, kita ingin memastikan bantuan sosial benar-benar tepat sasaran, transparan, dan akuntabel, sehingga masyarakat yang berhak menerima manfaat secara optimal,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan, salah satu misi Wali Kota dan Wakil Wali Kota Padang adalah menguatkan tata kelola pemerintahan yang berintegritas, responsif, inovatif, dan partisipatif. Misi ini bertujuan untuk mengoptimalkan pelayanan publik yang bebas Pungli.
Camat Lubuk Kilangan Nurul Widya Siska Usman menyampaikan bahwa Musrenbang kecamatan ini telah diawali dengan pelaksanaan Musrenbang tingkat kelurahan pada Januari lalu.
“Melalui forum Musrenbang ini, seluruh peserta berharap agar usulan yang disampaikan dapat direalisasikan pada tahun 2027, sehingga pembangunan di Kecamatan Lubuk Kilangan dapat berjalan lebih merata dan tepat sasaran,” ujarnya.
Pembukaan Musrenbang ini turut dihadiri oleh Anggota DPRD Kota Padang Surya Jufri Bitel dan Alfi Beben, perwakilan PT Semen Padang, serta unsur Forkopimca se-Kecamatan Lubuk Kilangan.






Komentar